Setapak Langkah – 10 Juni 2026 | Bank Tabungan Negara (BTN) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi manajemen risiko dan meningkatkan kualitas kredit. Langkah ini diambil melalui serangkaian inisiatif strategis yang mencakup transformasi proses bisnis, digitalisasi alur pemberian kredit, serta penguatan pengelolaan portofolio secara menyeluruh.
Transformasi “Loan Factory” menjadi pusat inovasi kredit BTN merupakan upaya utama untuk mempercepat penyediaan pembiayaan sekaligus menurunkan tingkat risiko kredit macet. Dengan mengintegrasikan teknologi terkini, proses verifikasi dan persetujuan pinjaman dapat diselesaikan dalam hitungan jam, bukan hari.
- Digitalisasi end‑to‑end: Penggunaan platform digital untuk pengajuan, penilaian kelayakan, dan pencairan dana, sehingga mengurangi intervensi manual dan potensi kesalahan.
- Penguatan manajemen risiko: Penerapan model scoring berbasis data besar (big data) dan kecerdasan buatan untuk menilai kemampuan bayar nasabah secara lebih akurat.
- Optimalisasi portofolio: Pemantauan berkelanjutan atas kualitas aset melalui sistem pelaporan real‑time, memungkinkan tindakan korektif cepat bila terjadi pergeseran kualitas kredit.
- Peningkatan kapabilitas SDM: Program pelatihan intensif bagi karyawan guna menguasai teknologi baru dan prinsip manajemen risiko modern.
Hasil awal dari inisiatif ini menunjukkan penurunan rasio kredit macet (NPL) dibandingkan periode sebelumnya, sekaligus pertumbuhan volume kredit yang lebih stabil. Analisis internal mengindikasikan bahwa digitalisasi mempercepat keputusan kredit sebesar 30 % dan menurunkan biaya operasional per unit kredit hingga 15 %.
Ke depan, BTN menargetkan pertumbuhan kredit yang lebih sehat dengan fokus pada segmen rumah tangga, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembiayaan infrastruktur. Pendekatan berbasis data dan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan serta memperkuat posisi BTN di pasar perbankan Indonesia.