Setapak Langkah – 03 Mei 2026 | Bank Rakyat Indonesia (BRI) baru-baru ini mengungkapkan pola terbaru penipuan daring yang menargetkan nasabahnya melalui tautan mencurigakan. Modus operandi tersebut memanfaatkan teknik rekayasa sosial untuk mengelabui korban agar mengklik link yang tampak resmi, kemudian mengarahkan mereka ke situs palsu yang meniru layanan BRI.
Berikut adalah tahapan umum yang biasanya dilakukan pelaku:
- Pengiriman pesan atau email yang menyertakan link berpura‑pura mengarah ke portal BRI.
- Link tersebut mengarahkan korban ke situs tiruan yang meminta data login, nomor KTP, atau informasi keuangan.
- Setelah data berhasil dikumpulkan, pelaku menggunakan informasi tersebut untuk melakukan pencurian dana atau penyalahgunaan identitas.
Untuk melindungi diri, BRI mengimbau masyarakat untuk:
- Selalu memeriksa keaslian alamat URL sebelum mengklik tautan.
- Jangan pernah memasukkan data pribadi atau kredensial pada situs yang tidak resmi.
- Gunakan aplikasi resmi BRI yang dapat diunduh melalui toko aplikasi resmi.
- Jika menerima pesan mencurigakan, hubungi layanan pelanggan BRI melalui nomor resmi yang tertera di situs resmi.
BRI juga menegaskan bahwa mereka akan terus memantau dan meningkatkan sistem keamanan siber untuk melindungi nasabah dari ancaman serupa di masa mendatang.