Setapak Langkah – 08 Juni 2026 | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jambi pada pertengahan Juni 2024 sebagai upaya mitigasi risiko banjir dan tanah longsor yang diprediksi meningkat akibat curah hujan intensif.
Operasi ini melibatkan teknik penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan pesawat terbang khusus yang menabur bahan kimia perak nitrat ke dalam awan cumulonimbus. Proses tersebut bertujuan mempercepat proses pengendapan hujan di daerah yang dipilih, sehingga mengurangi intensitas curah hujan lebat di zona rawan.
Berikut rangkaian tahapan yang dilaksanakan:
- Persiapan data meteorologi: Tim ahli BMKG mengumpulkan data satelit, radar cuaca, dan model prediksi untuk mengidentifikasi awan target.
- Koordinasi lintas lembaga: BNPB bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta lembaga pertahanan untuk pengamanan wilayah udara.
- Pelaksanaan penyemaian: Pesawat C-130 yang dilengkapi dengan dispenser perak nitrat terbang pada ketinggian 5.000‑7.000 kaki selama 4 jam tiap sesi.
- Monitoring hasil: Stasiun cuaca darat dan drone pemantau mengukur perubahan intensitas hujan serta kualitas udara setelah operasi.
Jadwal operasi dirinci dalam tabel berikut:
| Tahap | Waktu |
|---|---|
| Pengumpulan data dan analisis | 1‑3 Juni 2024 |
| Koordinasi dan persiapan logistik | 4‑5 Juni 2024 |
| Pelaksanaan penyemaian awan | 6‑8 Juni 2024 |
| Evaluasi dan pelaporan | 9‑10 Juni 2024 |
Pejabat BNPB, Budi Santoso, menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana iklim. Ia menambahkan bahwa hasil evaluasi akan menjadi dasar perencanaan operasional serupa di provinsi lain yang memiliki potensi bahaya cuaca ekstrem.
Masyarakat setempat menyambut baik inisiatif tersebut, meski ada kekhawatiran mengenai dampak lingkungan dari bahan kimia yang digunakan. BNPB menegaskan bahwa dosis perak nitrat yang dipakai berada dalam batas aman yang telah disetujui oleh otoritas lingkungan.
Jika berhasil, OMC di Jambi dapat menjadi model bagi program mitigasi bencana berbasis teknologi di seluruh Indonesia, terutama pada musim penghujan yang biasanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengancam kehidupan warga.