Setapak Langkah – 06 Juli 2026 | Bank Negara Indonesia (BNI) menegaskan komitmen memperdalam kolaborasi dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia melalui partisipasinya pada Jakarta Knowledge Forum (JKF) 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi panggung utama bagi pelaku industri, pemerintah, dan akademisi untuk berbagi wawasan serta mengakselerasi inovasi digital di berbagai sektor.
Dalam forum tersebut, BNI akan menampilkan serangkaian inisiatif strategis yang dirancang untuk memperkuat layanan perbankan digital, meningkatkan inklusi keuangan, serta mendukung startup teknologi finansial (fintech). Beberapa program unggulan yang akan dipresentasikan antara lain:
- Peluncuran platform Open Banking API yang memungkinkan integrasi layanan pihak ketiga secara aman dan real‑time.
- Program inkubasi fintech bagi UMKM dengan akses pembiayaan berbasis data analitik.
- Pengembangan solusi berbasis blockchain untuk rantai pasok pembayaran lintas batas.
- Penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem manajemen risiko dan layanan nasabah personalisasi.
Direktur Digital BNI, Rudi Hartono, menyatakan, “Partisipasi kami di JKF 2026 bukan sekadar kehadiran, melainkan wujud sinergi nyata antara sektor perbankan dan ekosistem digital nasional. Kami ingin menjadi katalisator bagi transformasi yang inklusif, sehingga semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi digital.”
JKF 2026 juga akan menyajikan panel diskusi mengenai regulasi fintech, keamanan siber, dan kebijakan pemerintah yang mendukung ekosistem digital. BNI berencana berkolaborasi dengan regulator serta lembaga keuangan lain untuk menyusun standar interoperabilitas yang memudahkan pertukaran data secara aman.
Dengan langkah ini, BNI menargetkan peningkatan pangsa layanan digital sebesar 25% dalam tiga tahun ke depan, sekaligus mendukung agenda Pemerintah Indonesia dalam mencapai target ekonomi digital sebesar 30% dari PDB pada tahun 2030.