Setapak Langkah – 06 Juli 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kepada para pelaut dan nelayan di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) bahwa kondisi laut diperkirakan akan mengalami gelombang tinggi antara 1,5 hingga 2,5 meter hingga tanggal 9 Juli 2024. Peningkatan tinggi gelombang dipicu oleh sistem tekanan rendah yang bergerak dari arah timur laut serta pengaruh angin muson barat daya yang kuat.
Wilayah yang paling terpengaruh meliputi perairan di sekitar Kabupaten Konawe, Kolaka, dan Konawe Utara, serta zona perairan lepas pantai yang menjadi jalur utama penangkapan ikan. BMKG menekankan bahwa gelombang dengan tinggi tersebut dapat menimbulkan risiko tergelincirnya perahu, kerusakan alat tangkap, hingga potensi kecelakaan di laut.
Untuk mengurangi dampak, BMKG memberikan beberapa rekomendasi praktis kepada para nelayan:
- Menunda atau menyesuaikan jadwal keberangkatan kapal pada hari‑hari dengan prediksi gelombang tertinggi.
- Menggunakan peralatan keselamatan lengkap, termasuk jaket pelampung, tali pengaman, dan alat komunikasi.
- Memantau pembaruan prakiraan cuaca secara berkala melalui stasiun BMKG setempat atau aplikasi resmi.
- Jika terpaksa berlayar, menghindari area terbuka yang paling terpapar angin kencang dan menjaga jarak aman dari kapal lain.
- Menginformasikan rencana pelayaran kepada pihak berwenang atau keluarga di darat.
Selain itu, BMKG mengingatkan aparat keamanan laut untuk meningkatkan patroli di zona rawan, serta menyiapkan bantuan darurat bila terjadi insiden. Peringatan ini berlaku sampai akhir pekan pertama bulan Juli, dan dapat diperpanjang bila kondisi atmosfer masih tidak stabil.
Para pelaku usaha perikanan diharapkan menyesuaikan operasi mereka, termasuk penyesuaian pasar dan logistik, untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Masyarakat umum juga disarankan untuk tidak melakukan kegiatan rekreasi laut seperti snorkeling atau berlayar kecil di daerah yang sama sampai peringatan dicabut.