Setapak Langkah – 22 Juli 2026 | Jakarta – Badan Gawat Narkoba (BGN) menegaskan komitmen untuk memanfaatkan ribuan motor listrik yang disita dalam kasus korupsi MBG (Mitra Binaan Guna). Motor-motor tersebut tidak akan dibiarkan menganggur, melainkan akan dialokasikan sesuai kebutuhan pemerintah dan masyarakat.
Kasus korupsi MBG mengungkap penyalahgunaan dana publik yang melibatkan sejumlah pejabat. Selama penyidikan, aparat berhasil menyita lebih dari 3.000 unit motor listrik berkapasitas rendah hingga menengah. Kendaraan listrik ini dianggap aset strategis karena dapat mengurangi emisi karbon serta mendukung program transportasi ramah lingkungan.
BGN menjelaskan bahwa proses distribusi motor listrik akan melalui tiga tahap utama:
- Identifikasi kebutuhan – Pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan lembaga sosial akan mengajukan permohonan berdasarkan kebutuhan operasional.
- Koordinasi lintas‑instansi – BGN akan berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Badan Pengelola Aset Daerah untuk menentukan alokasi yang paling efektif.
- Penetapan lokasi – Penempatan motor listrik akan difokuskan pada area dengan tingkat polusi tinggi atau wilayah yang belum memiliki akses transportasi umum yang memadai.
Dalam sebuah konferensi pers, Kepala BGN, Irwan Saputra, menekankan pentingnya transparansi. “Setiap motor listrik yang disita akan didokumentasikan secara publik, termasuk proses penyerahan kepada pihak penerima. Kami ingin memastikan bahwa aset ini benar‑benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Penggunaan motor listrik ini diharapkan dapat menurunkan beban biaya operasional transportasi publik, terutama di daerah perkotaan yang padat. Selain itu, pemanfaatan aset hasil sita ini menjadi contoh konkret dalam pemberantasan korupsi, di mana hasil penyitaan langsung diubah menjadi nilai tambah bagi publik.
BGN menargetkan proses distribusi selesai dalam enam bulan ke depan, dengan evaluasi berkala untuk memastikan motor listrik tetap dalam kondisi baik dan berfungsi sesuai tujuan.