Setapak Langkah – 19 Agustus 2026 | Bank Sentral Korea (BOK) menyoroti risiko signifikan yang ditimbulkan oleh percepatan kecerdasan buatan (AI) terhadap stabilitas pasar tenaga kerja. Pejabat BOK mengingatkan bahwa otomatisasi berbasis AI dapat menggantikan pekerjaan tradisional di sektor manufaktur, layanan, dan bahkan pekerjaan profesional.
BOK mengusulkan beberapa langkah mitigasi, antara lain:
- Pengembangan program pelatihan ulang (re‑skilling) yang berfokus pada keterampilan digital dan analitik.
- Insentif fiskal bagi perusahaan yang menyiapkan jalur karir baru bagi karyawan yang terdampak otomatisasi.
- Kolaborasi dengan lembaga pendidikan tinggi untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri AI.
Pejabat BOK menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar kritik, melainkan panggilan untuk mengintegrasikan kebijakan moneter dengan strategi pengembangan sumber daya manusia. Dengan mempersiapkan tenaga kerja yang lebih adaptif, Korea Selatan diharapkan dapat memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi yang dibawa AI tanpa mengorbankan stabilitas sosial.