Setapak Langkah – 10 Juni 2026 | Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Bank Mandiri kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendorong aksi iklim nasional melalui layanan keuangan yang berkelanjutan.
Bank ini menargetkan peningkatan pendanaan untuk proyek hijau sebesar 30% dibandingkan tahun sebelumnya, mencakup energi terbarukan, transportasi bersih, serta rehabilitasi ekosistem.
- Produk kredit ramah lingkungan dengan suku bunga kompetitif untuk perusahaan yang mengadopsi teknologi bersih.
- Obligasi hijau (green bond) pertama yang berhasil diterbitkan pada 2024, kini direncanakan penerbitan rangkaian obligasi serupa hingga 2027.
- Program edukasi keuangan berkelanjutan bagi nasabah ritel melalui platform digital.
- Kolaborasi dengan kementerian dan lembaga internasional untuk verifikasi standar ESG.
Selain pendanaan, Bank Mandiri berkomitmen menurunkan jejak karbon operasionalnya sendiri. Pada 2025, targetnya adalah mengurangi intensitas emisi CO₂ per kantor cabang sebesar 20% melalui penggunaan energi terbarukan, efisiensi bangunan, dan pengelolaan limbah yang lebih baik.
Inisiatif tersebut selaras dengan agenda Nasional untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030, sebagaimana tercantum dalam Rencana Aksi Iklim Nasional. Dengan posisi sebagai salah satu lembaga keuangan terbesar di Indonesia, peran Bank Mandiri diharapkan dapat memicu efek meluas pada sektor usaha lain untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam model bisnis mereka.
Melalui rangkaian program tersebut, Bank Mandiri tidak hanya merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, melainkan juga menegaskan komitmen jangka panjang dalam mempercepat transisi Indonesia menuju ekonomi hijau.