Setapak Langkah – 18 Juni 2026 | Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia, Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa upaya efisiensi pada Program Makan Bersama Gizi (MBG) dapat menghemat anggaran negara hingga sekitar satu triliun rupiah setiap bulannya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang membahas strategi pengelolaan anggaran pada sektor sosial.
Berikut beberapa langkah utama yang diidentifikasi sebagai pendorong efisiensi MBG:
- Pemanfaatan platform digital untuk verifikasi data penerima secara real‑time.
- Penggabungan pengadaan bahan makanan dengan tender terpusat untuk menurunkan harga beli.
- Penghapusan tumpang tindih dengan program bantuan lain seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
- Peningkatan transparansi melalui pelaporan bulanan yang dapat diakses publik.
Hasil estimasi penghematan ditampilkan dalam tabel berikut:
| Komponen | Penghematan per Bulan (Rp) |
|---|---|
| Pengadaan Bahan Makanan | 400 miliar |
| Administrasi & Operasional | 250 miliar |
| Pengurangan Duplikasi Program | 350 miliar |
| Total | 1 triliun |
Dengan potensi penghematan sebesar itu, Qodari menekankan pentingnya komitmen semua pemangku kepentingan, termasuk kementerian terkait, pemerintah daerah, serta lembaga non‑pemerintah, untuk menerapkan langkah-langkah efisiensi secara konsisten. Ia juga menambahkan bahwa penghematan tersebut tidak hanya mengurangi beban anggaran, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat melalui bantuan yang lebih tepat waktu dan terarah.
Implementasi strategi ini dijadwalkan akan dimulai pada kuartal berikutnya, dengan target realisasi penuh dalam satu tahun ke depan. Pemerintah berharap bahwa contoh keberhasilan MBG dapat menjadi model bagi program sosial lainnya dalam upaya mengoptimalkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).