Setapak Langkah – 21 Juli 2026 | Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa program biodiesel B50 menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah mempercepat pencapaian swasembada energi di Indonesia, selaras dengan visi Presiden untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Program B50 mengharuskan semua bahan bakar diesel yang beredar di pasar nasional mengandung 50 persen biodiesel, yang diproduksi dari bahan baku nabati seperti kelapa sawit, jarak, dan kelapa. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi biodiesel secara bertahap, mulai dari 20 persen pada tahun 2024 hingga mencapai 50 persen pada tahun 2027.
- Target produksi biodiesel: 5,5 juta ton pada 2027.
- Pengurangan impor minyak bumi: diperkirakan turun hingga 30 persen dibandingkan 2023.
- Manfaat lingkungan: penurunan emisi CO₂ sebesar 1,2 juta ton per tahun.
Implementasi B50 didukung oleh beberapa kebijakan kunci, antara lain:
- Penyediaan insentif fiskal bagi produsen biodiesel yang memenuhi standar kualitas.
- Peningkatan kapasitas pabrik pengolahan minyak nabati melalui investasi swasta dan BUMN.
- Pembentukan mekanisme verifikasi kualitas bahan baku untuk memastikan kepatuhan terhadap standar B50.
| Tahun | Persentase B50 | Produksi Biodiesel (juta ton) |
|---|---|---|
| 2024 | 20% | 2,0 |
| 2025 | 30% | 3,5 |
| 2026 | 40% | 4,5 |
| 2027 | 50% | 5,5 |
Sudaryono menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif petani, pelaku industri, serta konsumen. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kementerian pertanian, energi, dan perdagangan untuk mengoptimalkan rantai pasok biodiesel.
Dengan percepatan penerapan B50, pemerintah berharap dapat menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian dan industri pengolahan, serta meningkatkan pendapatan petani melalui permintaan yang stabil terhadap bahan baku nabati.
Program ini juga diharapkan menjadi contoh bagi negara‑negara ASEAN lainnya dalam upaya transisi energi bersih, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen biodiesel terbesar di kawasan.