histats

Asupan Nutrisi Penting bagi Anak dengan Alergi Protein Susu

Asupan Nutrisi Penting bagi Anak dengan Alergi Protein Susu

Setapak Langkah – 27 Juni 2026 | Menurut dr. Laurencia Ardi, M.Gizi, AIFO-K, FISQua, anak yang mengalami alergi protein susu memerlukan perhatian khusus dalam pemilihan makanan agar tidak hanya terhindar dari alergen, tetapi juga terpenuhi kebutuhan gizi penting untuk pertumbuhan.

Berikut nutrisi utama yang harus dipantau serta alternatif sumber makanan yang dapat dipertimbangkan:

  • Kalsium – penting untuk pembentukan tulang dan gigi. Pada anak yang tidak mengonsumsi susu, sumber kalsium dapat diperoleh dari sayuran hijau (kale, brokoli), tahu, tempe, kacang almond, serta produk nabati yang diperkaya kalsium seperti susu kedelai atau oat.
  • Vitamin D – mendukung penyerapan kalsium. Sumber alami meliputi paparan sinar matahari, ikan berlemak (salmon, sarden), kuning telur, serta susu nabati yang difortifikasi dengan vitamin D.
  • Protein – diperlukan untuk pertumbuhan otot dan jaringan. Pilihan protein bebas susu meliputi daging tanpa lemak, ikan, telur, kacang‑kacangan, dan produk kedelai (tempe, tahu).
  • Zat Besi – mendukung produksi sel darah merah. Konsumsi daging merah, hati, kacang merah, bayam, serta sereal yang diperkaya zat besi dapat membantu mencukupi kebutuhan.
  • Zinc – berperan dalam sistem imun dan penyembuhan luka. Sumbernya antara lain daging, kacang, biji labu, dan produk gandum utuh.
  • Vitamin B12 – biasanya terdapat dalam produk hewani. Anak yang tidak mengonsumsi susu harus memperoleh B12 dari daging, ikan, telur, atau suplemen bila diperlukan.
  • Asam Lemak Omega-3 – penting untuk perkembangan otak. Ikan berlemak, biji rami, dan kacang kenari adalah pilihan yang baik.

Untuk memudahkan pemantauan, tabel di bawah ini merangkum kebutuhan harian perkiraan berdasarkan usia serta contoh sumber makanan yang bebas protein susu.

Usia Kalsium (mg) Vitamin D (IU) Protein (g) Contoh Sumber Bebas Susu
6-12 bulan 260 400 11 Tahu, tempe, pure kacang almond, susu kedelai fortifikasi
1-3 tahun 700 600 13 Telur, ikan, daging ayam, susu oat fortifikasi
4-8 tahun 1000 600 19 Kacang merah, daging sapi, susu beras fortifikasi
9-13 tahun 1300 800 34 Ikan salmon, tempe, susu kedelai tinggi protein

Beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan orang tua:

  1. Selalu membaca label kemasan untuk memastikan tidak ada jejak protein susu.
  2. Menggunakan formula hiposensitif yang telah terbukti aman bagi anak alergi, bila diperlukan.
  3. Menjaga variasi makanan harian agar semua grup nutrisi tercukupi.
  4. Berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter anak secara rutin untuk menyesuaikan pola makan.
  5. Memantau pertumbuhan anak (berat badan, tinggi badan) dan mencatat gejala yang muncul.

Dengan memperhatikan poin-poin di atas, anak yang alergi protein susu tetap dapat tumbuh optimal tanpa harus mengorbankan cita rasa dan kenyamanan makan sehari-hari.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *