Setapak Langkah – 07 April 2026 | Dalam operasi penyelamatan terbesar yang pernah dilakukan Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah, lebih dari 176 pesawat militer dan ratusan personel pasukan elite dikerahkan ke tujuh lokasi strategis di Iran. Misi ini bertujuan menyelamatkan dua awak pesawat tempur F-15 yang terpaksa melakukan pendaratan darurat di wilayah Iran setelah mengalami kerusakan teknis.
Operasi dimulai pada dini hari dan berlangsung tanpa henti selama 45 jam 56 menit. Selama periode tersebut, pesawat pengintai, pengebom, serta helikopter transportasi berkoordinasi secara intensif untuk menyiapkan zona evakuasi, memberikan dukungan logistik, serta mengamankan jalur keluar bagi awak F-15.
- Total pesawat yang terlibat: 176 unit (termasuk jet tempur, pesawat pengintai, dan helikopter).
- Pasukan elite yang dikerahkan: ratusan personel khusus, termasuk pasukan Navy SEAL, Army Rangers, dan tim penjinak bom.
- Lokasi operasi: tujuh titik strategis di seluruh Iran, dipilih berdasarkan kedekatan dengan lokasi pendaratan darurat dan aksesibilitas logistik.
- Durasi misi: 45 jam 56 menit tanpa jeda.
Koordinasi lintas cabang militer Amerika Serikat menekankan pentingnya kesiapsiagaan cepat dalam situasi krisis. Meskipun operasi ini menimbulkan ketegangan diplomatik dengan pemerintah Iran, pihak militer AS menegaskan bahwa tujuan utama adalah menyelamatkan nyawa awak F-15 tanpa menimbulkan konflik lebih lanjut.
Setelah proses evakuasi selesai, kedua awak F-15 berhasil diangkut ke pangkalan militer terdekat di wilayah Timur Tengah untuk perawatan medis dan evaluasi teknis pesawat. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan kepuasan atas keberhasilan misi penyelamatan ini, sekaligus menegaskan komitmen untuk melindungi personel militernya di mana pun berada.