Setapak Langkah – 24 Mei 2026 | Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) menyelenggarakan Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Acara ini dihadiri oleh ribuan petani karet, petani jagung, perwakilan pemerintah daerah, serta tokoh‑tokoh industri agribisnis.
Rembug bertujuan menguatkan sinergi antara produksi karet dan jagung, dua komoditas strategis yang berperan penting dalam perekonomian wilayah Kalimantan Timur. Dalam sambutannya, Ketua Umum Apkarindo menekankan perlunya diversifikasi tanaman bagi petani untuk menghadapi fluktuasi harga global serta meningkatkan ketahanan pangan nasional.
- Peningkatan produktivitas karet: pelatihan teknik budidaya ramah lingkungan, penggunaan bibit unggul, dan pengelolaan penyakit tanaman.
- Pengembangan jagung sebagai pangan pokok: penyuluhan varietas tahan hama, pemupukan tepat waktu, serta pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan ternak.
- Dukungan kebijakan: sinergi dengan Dinas Pertanian dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian untuk subsidi bibit dan alat pertanian.
Berbagai sesi diskusi menghasilkan rekomendasi konkret, antara lain pembentukan kelompok tani terpadu, pendirian pusat pelatihan bersertifikasi, serta pembentukan pasar kolektif untuk hasil panen karet dan jagung. Pemerintah daerah berkomitmen menyediakan lahan percobaan seluas 200 hektar bagi petani yang beralih menanam jagung sebagai tanaman pangan utama.
| Agenda | Waktu | Penanggung Jawab |
|---|---|---|
| Pembukaan & Sambutan | 08:00‑08:30 | Ketua DPP Apkarindo |
| Workshop Budidaya Karet | 08:45‑10:15 | Tim Teknis Apkarindo |
| Ruang Diskusi Jagung | 10:30‑12:00 | Dinas Pertanian Kaltim |
| Penutup & Rencana Tindak Lanjut | 13:00‑13:30 | Perwakilan Pemerintah |
Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan petani di Kutai Kartanegara dapat meningkatkan pendapatan dari karet sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan melalui produksi jagung yang berkelanjutan.