Setapak Langkah – 20 Juli 2026 | Dalam sebuah pertemuan yang digelar di kompleks DPR, anggota Komisi XII, Sartono Hutomo, menyampaikan keyakinannya bahwa PT Pertamina (Persero) memiliki kemampuan dan kapasitas untuk berkontribusi secara signifikan pada pengembangan Blok Masela, proyek migas lepas pantai yang berada di wilayah Papua Barat.
Sartono menekankan bahwa melalui Sub Holding Upstream PT Pertamina, perusahaan negara tersebut telah mengakumulasi pengalaman teknis, sumber daya manusia, serta infrastruktur yang diperlukan untuk mengelola lapangan dengan tantangan geologi yang kompleks. Ia menambahkan bahwa kehadiran Pertamina di Blok Masela akan memperkuat kemandirian energi nasional serta mendukung agenda pemerintah dalam meningkatkan produksi minyak dan gas bumi.
Beberapa poin penting yang disorot oleh Sartono meliputi:
- Kemampuan teknis: Pertamina memiliki tim engineering yang berpengalaman dalam eksplorasi dan produksi di lingkungan offshore.
- Sinergi dengan mitra internasional: Kemitraan dengan perusahaan asing dapat mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan.
- Dampak ekonomi daerah: Pengembangan Blok Masela diharapkan membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan daerah Papua Barat.
- Komitmen pada keamanan dan lingkungan: Pertamina berjanji untuk menerapkan standar keselamatan tertinggi serta menjaga kelestarian ekosistem laut.
Selain menegaskan kepercayaan terhadap Pertamina, Sartono juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam proses lelang dan pengelolaan sumber daya alam. Ia berharap pemerintah dapat memastikan bahwa seluruh tahapan proyek berlangsung sesuai regulasi dan prinsip good governance.
Dengan dukungan kuat dari legislatif, terutama Komisi XII yang membidangi energi dan sumber daya mineral, diharapkan proses perizinan serta investasi di Blok Masela dapat berjalan lebih cepat. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk menambah produksi migas domestik sebesar 30 ribu barel per hari pada akhir 2027.
Keberhasilan Pertamina dalam mengelola Blok Masela tidak hanya menjadi indikator kemampuan operasional perusahaan, tetapi juga mencerminkan komitmen Indonesia untuk mengoptimalkan cadangan energi dalam negeri demi kepentingan rakyat.