Setapak Langkah – 06 April 2026 | Hendry Munief, anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat, menekankan pentingnya pemerintah mempercepat realisasi proyek pengembangan jalur penyeberangan Roll-on Roll-off (Roro) antara Dumai dan Melaka. Menurutnya, fasilitas ini akan menjadi tulang punggung konektivitas antara Provinsi Riau dan Sumatera Barat, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah.
Roro Dumai‑Melaka diproyeksikan dapat menurunkan biaya logistik, mempersingkat waktu tempuh barang dan penumpang, serta meningkatkan arus perdagangan antarpulau. Dengan adanya jalur ini, pelaku usaha di sektor pertanian, perikanan, dan manufaktur diharapkan dapat mengakses pasar yang lebih luas secara lebih efisien.
Hendry mengusulkan beberapa langkah strategis untuk memperlancar proyek tersebut:
- Mengamankan pendanaan melalui anggaran nasional dan kerja sama dengan lembaga keuangan regional.
- Mempercepat proses perizinan lahan dan penyediaan infrastruktur pendukung, seperti akses jalan dan fasilitas pelabuhan.
- Menjalin koordinasi intensif antara kementerian terkait, pemerintah provinsi, serta pihak swasta yang berpotensi menjadi investor.
- Menetapkan jadwal pelaksanaan yang realistis dengan tahapan monitoring berkala.
Ia juga menyoroti pentingnya memperhatikan aspek lingkungan, termasuk penilaian dampak lingkungan (AMDAL) yang harus dipenuhi sebelum konstruksi dimulai. Pemerintah diharapkan dapat menyeimbangkan antara percepatan pembangunan dan pelestarian ekosistem pesisir.
Jika terwujud, Roro Dumai‑Melaka tidak hanya akan memperkuat jaringan transportasi domestik, tetapi juga berpotensi menjadi pintu gerbang bagi investasi asing yang tertarik dengan potensi logistik lintas Selat Sunda. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.