Setapak Langkah – 06 Agustus 2026 | Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh sebesar 5,45 % pada tahun ini meskipun menghadapi tekanan eksternal yang signifikan.
Tekanan tersebut meliputi perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, fluktuasi harga komoditas, serta tekanan inflasi yang masih tinggi. Pemerintah menanggapi dengan memperkuat kebijakan fiskal, memperluas basis investasi, dan mempercepat reformasi struktural.
Berikut beberapa indikator utama yang mendukung proyeksi pertumbuhan tersebut:
- Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan mencapai 5,45 %.
- Penurunan tingkat kemiskinan secara konsisten, dengan target pengurangan pada tahun ini sekitar 0,5 %.
- Investasi asing langsung (FDI) meningkat sekitar 10 % dibandingkan tahun sebelumnya.
Data historis menunjukkan tren positif dalam sektor manufaktur, pertanian, dan pariwisata, yang masing‑masing menyumbang kontribusi signifikan terhadap PDB.
| Indikator | 2023 | 2024 (Proyeksi) |
|---|---|---|
| Pertumbuhan PDB | 5,30 % | 5,45 % |
| Tingkat Kemiskinan | 9,70 % | 9,20 % |
| FDI (USD miliar) | 28,5 | 31,4 |
Airlangga menambahkan bahwa upaya meningkatkan daya saing melalui digitalisasi, pengembangan infrastruktur, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia akan menjadi kunci untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.
Dengan kebijakan yang konsisten dan dukungan dari sektor swasta, diharapkan ekonomi Indonesia dapat tetap resilient di tengah ketidakpastian global.