Masjid Raya Sumatera Barat, Masjid Dengan Bangunan Minangkabau

Masjid Raya Sumatera Barat

Liburan ke Minang alias Padang menjadi salah satu tujuan yang paling banyak diincar oleh para wisatawan. Hal tersebut karena Padang memiliki banyak keunikan dan daya tarik tersendiri. Tidak hanya deretan tempat wisatanya saja, di Padang juga kita bisa menemukan salah satu tempat ibadah yang seringkali dipadati para wisatawan ketika menjelang hari libur panjang.

Tempat ibadah ini bernama Masjid Raya Sumatera Barat. Mungkin sebagian wisatawan sudah tidak asing lagi dengan tempat ibadah yang satu ini karena namanya sangat populer di Padang. Banyak wisatawan luar yang sengaja-sengaja datang ke Padang hanya untuk singgah berwisata religi.

Sejarah Singkat Masjid Raya Sumatera Barat

Masjid Raya Sumatera Barat merupakan masjid mahsyur Minang yang dijadikan sebagai masjid terbesar di Indonesia. Hal tersebut tentunya tidak lepas dari sejarahnya yang membuat masjid ini mendunia.

Pada tanggal 21 Desember 2007, dilakukan peletakan batu pertama oleh seorang Gubernur Sumatera Barat yakni Gamawan Fauzi. Pembangunannya tidak sesuai rencana karena terhambat oleh dana yang hanya memanfaatkan APBD Sumatera Barat.

Mulai pada 2012, masjid ini dibuka secara umum hanya saja masih terbatas yaitu hanya untuk melakukan sholat Jumat, sholat idul fitri, dan juga sebagai tempat pertemuan keagamaan saja. Seiring berjalannya waktu, tepatnya pada tanggal 7 Februari 2014, Masjid Raya Sumatera Barat ini diresmikan.

Tetapi pembangunan dan perkembangannya masih berjalan hingga selesai pada 4 Januari 2019. Sejak saat itu, Masjid Raya Sumatera Barat ini menjadi salah satu masjid yang bisa dikunjungi untuk keperluan rekreasi.

Review Masjid Raya Sumatera Barat

Daya pikat utama dari Masjid Raya Sumatera Barat ini terletak pada arsitektur bangunannya yang begitu unik. Arsitekturnya sendiri bernama Rizal Muslimin. Rizal Muslimin ini merupakan seorang pemenang desain sayembara rancangan Masjid yang dilaksanakan pada tahun 2007.

Berbeda dengan masjid lainnya yang dilengkapi kubah, Masjid Raya Sumatera Barat ini tidak memiliki kubah. Kita akan melihat sebuah atap berbentuk lancip yang ada di ujung kiri beserta ujung kanannya yang nampak seperti rumah gadang.

Selain itu, ukiran pada dinding masjid juga memiliki ciri khas Minangkabau. Menariknya lagi, mihrabnya dibuat layaknya hajar aswad yang bisa kita temukan di Makkah.

IMG 20180324 201219
Foto via Googlemaps/Ariq Shofwan

Masjid Raya Sumatera Barat juga dijuluki sebagai masjid 1000 pintu. Hal tersebut lantaran masjid ini memiliki banyak pintu yang membuatnya terkesan mewah dan juga megah. Bahkan, masjid ini juga memiliki menara yang coraknya mirip seperti Masjid Nabawi.

Di lantai pertama, kita akan menemukan sebuah aula yang biasanya digunakan untuk acara-acara keagamaan. Lalu di lantai dua terdapat ruang utama yang digunakan untuk shalat. Ruangan ini bisa menampung hingga 20.000 jema’ah.

Banyak wisatawan yang datang ke sana untuk berburu spot kece dari setiap sudut Masjid Raya Sumatera Barat ini. Tidak heran ketika menjelang akhir pekan dan libur nasional, Masjid ini selalu saja dipadati oleh orang-orang.

Fasilitas lainnya yang bisa kita temukan berupa taman, gazebo, toserba, toilet, dan masih banyak lagi.

Tiket Masuk Masjid Raya Sumatera Barat

Karena merupakan tempat ibadah yang bisa dikunjungi secara umum, untuk masuk ke Masjid Raya Sumatera Barat ini kita tidak akan dikenakan biaya apapun alias gratis. Hanya saja, kita juga perlu ikut kontribusi dalam sumbangan maupun retribusi yang ada di sana.

Lokasi dan Jam Buka Masjid Raya Sumatera Barat

Wisatawan yang ingin mengunjungi Masjid Raya Sumatera Barat ini bisa langsung datang ke Jalan Khatib Sulaiman, Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat 25173. Google Maps.

Datang ke Sumatera Barat tentunya wisatawan akan mampir ke Jam Gadang yang menjadi ikon Kota Padang. Wisatawan yang kebetulan berada di lokasi Jam Gadang, bisa menempuhnya dengan waktu sekitar 2 jam 2 menit perjalanan.

Kita bisa melalui Jalan Raya Padang – Bukittinggi menuju ke Jalan Kabenaran. Dari sana kita hanya perlu mengikuti petunjuk jalan hingga sampai di Jalan Khatib Sulaiman. Lokasinya sangat strategis sehingga mudah ditemukan oleh para wisatawan apalagi wisatawan yang sering melakukan liburan di Padang.

Masjid Raya Sumatera Barat ini beroperasi setiap hari selama 24 jam. Akan tetapi, akan dipadati para wisatawan ketika waktu sore menjelang malam karena suasananya yang begitu romantis dan panorama indahnya matahari tenggelam di belakang Masjid.

Penginapan Terdekat

Bagi wisatawan luar Padang yang ingin melakukan penginapan di sekitar Masjid Raya Sumatera Barat bisa mampir ke salah satu hotel bernama Asrama Haji Padang yang berlokasi di Jalan Bakti No.509, Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat 25586.

Jarak tempuhnya dari Masjid sekitar 9 menit perjalanan. Dan untuk tarif penginapan yang ada di sana dibanderol mulai dari Rp529.000 per malam sesuai dengan paket penginapan yang kita inginkan.

Wisatawan yang kebetulan sedang melakukan liburan di Padang bisa banget mampir ke Masjid Raya Sumatera Barat ini bersama teman maupun keluarga agar liburan terkesan lebih menyenangkan.

Avatar for Marlina Septiana
Marlina Septiana Ibu Rumah Tangga yang memiliki hobi membaca serta menulis cerpen dan ulasan buku.
Avatar for Marlina Septiana
Marlina Septiana Ibu Rumah Tangga yang memiliki hobi membaca serta menulis cerpen dan ulasan buku.
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments