Setapak Langkah – 24 Agustus 2026 | Jakarta – Pemerintah Indonesia bersama Tiongkok menandatangani sejumlah kesepakatan strategis pada ajang China International Import Expo (CIEIE) 2026 yang diharapkan menjadi katalis utama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar global.
Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan jalur perdagangan khusus, penyediaan fasilitas pendanaan, serta program pelatihan teknologi digital bagi pelaku UMKM.
- Fasilitas pembiayaan lunak hingga US$ 1,5 miliar untuk ekspor UMKM.
- Program inkubator bisnis di 12 kota besar Indonesia.
- Transfer teknologi produksi berstandar internasional.
Proyeksi bersama kedua negara menunjukkan potensi peningkatan nilai ekspor UMKM sebesar 35% dalam lima tahun ke depan. Berikut perkiraan pertumbuhan berdasarkan sektor utama:
| Sektor | Pertumbuhan (%) | Nilai Ekspor 2026 (US$) |
|---|---|---|
| Produk makanan & minuman | 40 | 850 juta |
| Kerajinan tangan | 30 | 620 juta |
| Tekstil & fashion | 25 | 540 juta |
| Elektronik ringan | 20 | 410 juta |
Selain itu, jaringan logistik yang diperkuat oleh perusahaan logistik Tiongkok diproyeksikan memotong biaya pengiriman hingga 15%, memberikan keunggulan kompetitif bagi produk UMKM Indonesia.
Para pengusaha UMKM menyambut baik inisiatif ini, menyatakan bahwa akses ke pasar Tiongkok yang luas serta dukungan pendanaan akan mengurangi hambatan modal dan mempercepat proses sertifikasi produk.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk terus memfasilitasi kolaborasi ini melalui regulasi yang mempermudah proses ekspor serta penyediaan layanan konsultasi gratis bagi UMKM yang ingin berpartisipasi dalam program CIEIE 2026.