Setapak Langkah – 24 Agustus 2026 | Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Lalu Hadrian Irfani, mengajukan usulan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan untuk melakukan revitalisasi pada rumah adat Sade, salah satu warisan budaya paling ikonik di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Rumah Sade merupakan contoh arsitektur tradisional Sasak yang memiliki nilai historis dan estetika tinggi. Bangunan ini biasanya dibangun dengan kayu, anyaman, dan atap jerami, mencerminkan kearifan lokal dalam menanggapi kondisi iklim serta ketersediaan bahan bangunan setempat. Selama bertahun‑tahun, struktur Sade mengalami penurunan kondisi akibat faktor usia, cuaca, dan kurangnya perawatan rutin.
Usulan revitalisasi yang diajukan Lalu Hadrian mencakup beberapa langkah utama:
- Penyediaan dana khusus dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk perbaikan struktural dan estetika rumah Sade.
- Penerapan teknik restorasi yang mengedepankan penggunaan bahan tradisional serta metode konstruksi yang sesuai dengan standar konservasi.
- Pelatihan bagi pengrajin lokal agar dapat terlibat aktif dalam proses restorasi dan pemeliharaan jangka panjang.
- Peningkatan promosi rumah Sade sebagai destinasi wisata budaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.
Dalam pertemuan dengan jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan, Irfani menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga budaya, dan komunitas setempat. Ia menambahkan bahwa revitalisasi rumah Sade tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian fisik, tetapi juga sebagai sarana edukasi generasi muda tentang nilai‑nilai kearifan lokal.
Pemerintah Provinsi NTB menyambut baik usulan tersebut dan berjanji akan menyampaikan rekomendasi kepada kementerian terkait. Jika disetujui, proses restorasi diperkirakan akan dimulai pada kuartal pertama tahun depan dengan target penyelesaian dalam waktu 12 bulan.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia yang memiliki rumah adat serupa, sekaligus memperkuat posisi rumah Sade sebagai simbol identitas budaya Sasak yang mendunia.