Setapak Langkah – 19 Agustus 2026 | Petani di wilayah Boyolali, Jawa Tengah, menghadapi tantangan berat akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Keterbatasan pasokan listrik konvensional membuat penggunaan pompa air menjadi tidak menentu, menghambat produktivitas sawah dan mengancam ketahanan pangan lokal.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pertamina meluncurkan inisiatif penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kepada Kelompok Tani Ngudi Makmur. Sistem PLTS yang dipasang di lahan pertanian ini memberikan sumber energi bersih yang stabil, memungkinkan pompa air beroperasi sepanjang hari tanpa bergantung pada jaringan listrik PLN.
Berikut beberapa manfaat yang dirasakan oleh kelompok tani sejak implementasi PLTS:
- Kemandirian energi – Pompa air dapat beroperasi secara mandiri, bahkan pada saat gangguan listrik konvensional.
- Pengurangan biaya operasional – Beban biaya listrik berkurang signifikan, meningkatkan margin keuntungan petani.
- Ramah lingkungan – Penggunaan energi surya mengurangi emisi karbon dan jejak lingkungan pertanian.
Data perbandingan antara kondisi sebelum dan sesudah pemasangan PLTS dapat dilihat pada tabel berikut:
| Aspek | Sebelum | Sesudah |
|---|---|---|
| Biaya listrik per bulan | Rp1.200.000 | Rp200.000 (biaya pemeliharaan) |
| Jam operasional pompa air | 8‑10 jam (tergantung pasokan listrik) | 24 jam (tergantung sinar matahari) |
| Emisi CO₂ | ~150 kg/bulan | 0 kg (energi bersih) |
Penerapan PLTS tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka peluang diversifikasi usaha. Beberapa petani mulai memanfaatkan kelebihan listrik untuk mengoperasikan alat pengering hasil panen, sehingga nilai jual produk meningkat.
Direktur Unit Energi Terbarukan Pertamina, Budi Santoso, menyatakan, “Program ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberdayakan sektor pertanian melalui teknologi bersih. Kami berharap model ini dapat direplikasi di daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.”
Dengan dukungan ini, Kelompok Tani Ngudi Makmur optimis dapat mengatasi dampak kemarau, meningkatkan kesejahteraan anggota, dan menjadi contoh sukses kolaborasi antara perusahaan energi nasional dan komunitas pertanian.