Setapak Langkah – 18 Agustus 2026 | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah dan sejumlah perusahaan negara meluncurkan serangkaian aksi kemanusiaan untuk menanggapi bencana gempa bumi yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir Juli 2024. Salah satu tokoh penting yang hadir dalam acara tersebut adalah Direktur Utama PT Pertamina (Persero), yang menegaskan komitmen perusahaan dalam membantu masyarakat terdampak.
Gempa berkekuatan 6,2 SR yang mengguncang NTT menimbulkan kerusakan infrastruktur, menghanguskan rumah warga, serta memutus jaringan listrik dan pasokan bahan bakar. Dampaknya memperparah kesulitan logistik bagi tim penyelamat dan distribusi bantuan. Menyikapi situasi ini, Pertamina mengirimkan tim lapangan, peralatan pemulihan energi, serta dana bantuan langsung kepada korban.
Berikut beberapa langkah konkret yang diambil Pertamina selama aksi kemanusiaan ini:
- Mengirimkan truk tangki diesel dan bensin ke pelabuhan Kupang untuk memastikan suplai bahan bakar bagi kendaraan operasional tim SAR dan distribusi barang bantuan.
- Mengaktifkan jaringan listrik darurat di kamp penampungan korban dengan menggunakan generator portabel yang dipinjamkan oleh unit teknik Pertamina.
- Menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp 2 miliar melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kepada keluarga yang kehilangan mata pencaharian akibat gempa.
- Menyediakan layanan medis darurat melalui kerja sama dengan rumah sakit milik Pertamina di Jakarta, termasuk pengiriman obat-obatan kritis.
Direktur Utama Pertamina, dalam sambutannya, menekankan pentingnya kehadiran langsung di lapangan untuk memantau kebutuhan riil masyarakat. “Kami hadir untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan memastikan dukungan yang kami berikan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” ujar beliau. Ia menambahkan bahwa aksi ini tidak hanya bersifat simbolis, melainkan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) jangka panjang Pertamina dalam meningkatkan ketahanan energi dan kesejahteraan masyarakat.
Selain dukungan material, Pertamina juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah NTT untuk mempercepat proses rekonstruksi infrastruktur energi, seperti pembangkit listrik mini dan jaringan distribusi listrik di daerah terpencil. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi lokal dan mengurangi ketergantungan pada bantuan eksternal.
Acara aksi kemanusiaan ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta sejumlah LSM yang bergerak di bidang penanggulangan bencana. Keseluruhan kegiatan menegaskan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dalam menghadapi krisis, sekaligus memperlihatkan semangat persatuan di hari kemerdekaan.