Setapak Langkah – 17 Agustus 2026 | Masih sekitar lima puluh kepala keluarga (KK) di Kabupaten Kepulauan Selayar terus bermukim di posko pengungsian yang terletak di wilayah perbukitan. Mereka belum dapat kembali ke rumah masing‑masing karena trauma berat yang muncul setelah bencana alam yang melanda wilayah tersebut beberapa bulan lalu.
Bencana tersebut menyebabkan longsor dan banjir yang merusak infrastruktur desa, menghancurkan rumah, serta menelan korban jiwa. Kondisi ini menimbulkan rasa takut dan stres yang mendalam pada warga, sehingga sebagian besar keluarga memilih untuk tetap berada di tempat penampungan sampai rasa aman kembali terbangun.
Pemerintah daerah, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sejumlah lembaga kemanusiaan, telah meluncurkan serangkaian bantuan untuk meringankan beban para pengungsi. Bantuan yang disalurkan meliputi:
- Paket makanan pokok selama tiga bulan.
- Pakaian layak pakai dan peralatan masak.
- Tempat tinggal sementara berupa tenda dan rumah susun darurat.
- Layanan konseling psikologis bagi korban trauma.
- Bantuan finansial tunai untuk kebutuhan mendesak.
Meski bantuan tersebut sudah mulai terasa manfaatnya, tantangan masih tetap besar. Banyak keluarga masih menunggu perbaikan infrastruktur jalan dan listrik agar dapat mengakses lahan pertanian serta sumber penghidupan lainnya. Selain itu, proses rekonstruksi rumah secara permanen memerlukan waktu dan dana yang belum sepenuhnya tersedia.
Para kepala keluarga berharap agar proses rehabilitasi dapat dipercepat, sehingga mereka dapat kembali menata kehidupan di tanah kelahiran. Pemerintah setempat berjanji akan terus memantau kebutuhan mereka dan memperkuat program pemulihan psikososial demi mengatasi dampak trauma yang masih menggerogoti kesejahteraan masyarakat Selayar.