Setapak Langkah – 14 Agustus 2026 | Setelah wafatnya Michael Bambang Hartono pada akhir tahun lalu, proses pembagian warisan keluarga Hartono mulai dijalankan. Salah satu bagian terbesar warisan tersebut berupa saham Bank Central Asia (BCA) yang dialokasikan kepada ahli waris Michael.
| Nama Ahli Waris | Jumlah Saham | Nilai (Rp) |
|---|---|---|
| Anak pertama | 5.2 miliar lembar | 52,3 triliun |
| Anak kedua | 5.2 miliar lembar | 52,3 triliun |
| Anak ketiga | 5.2 miliar lembar | 52,3 triliun |
Pengalihan saham ini tidak hanya menambah kekayaan bersih keluarga Hartono, tetapi juga menegaskan posisi BCA sebagai salah satu perusahaan publik terbesar di Indonesia yang dimiliki secara signifikan oleh keluarga tersebut.
Para ahli waris diperkirakan akan menahan sebagian besar saham tersebut sebagai investasi jangka panjang, mengingat BCA terus mencatatkan kinerja keuangan yang stabil dan pertumbuhan laba yang konsisten. Namun, sebagian kecil saham dapat dipertimbangkan untuk dijual di pasar sekunder guna memenuhi kebutuhan likuiditas atau diversifikasi portofolio.
Pengalihan saham warisan ini juga menimbulkan efek pada struktur kepemilikan BCA. Keluarga Hartono secara kolektif tetap menjadi pemegang saham pengendali, yang memungkinkan mereka mempertahankan pengaruh strategis dalam kebijakan perusahaan.
Secara makro, peristiwa ini mencerminkan dinamika kekayaan keluarga konglomerat di Indonesia, di mana warisan bisnis tidak hanya melibatkan aset fisik tetapi juga instrumen keuangan bernilai triliunan rupiah.