Setapak Langkah – 10 Agustus 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam arahan terbaru kepada jajaran kepemimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menekankan pentingnya peningkatan efisiensi operasional. Fokus utama diarahkan kepada dua perusahaan energi terbesar, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Pertamina (Persero), dengan perintah tegas untuk segera melakukan pemangkasan struktur anak-cucu perusahaan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyederhanakan birokrasi, mengoptimalkan alokasi sumber daya, serta memperkuat profitabilitas BUMN. Menurut Presiden, keberadaan terlalu banyak entitas anak yang tidak menghasilkan nilai tambah signifikan dapat menimbulkan beban biaya tambahan dan menghambat respons cepat terhadap dinamika pasar energi.
Berikut beberapa poin utama yang diharapkan tercapai melalui restrukturisasi ini:
- Pengurangan biaya operasional: Menghilangkan fungsi duplikatif dan menurunkan beban administrasi.
- Peningkatan profitabilitas: Memusatkan fokus pada lini bisnis inti yang memiliki kontribusi terbesar terhadap pendapatan.
- Percepatan pengambilan keputusan: Struktur yang lebih ramping memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap perubahan regulasi dan kebutuhan konsumen.
- Penataan kembali aset: Menjual atau mengalihkan aset non‑strategis untuk memperkuat neraca keuangan.
Untuk melaksanakan perintah ini, Direksi PLN dan Pertamina diminta menyusun rencana aksi terperinci dalam waktu tiga bulan ke depan. Rencana tersebut harus mencakup identifikasi anak perusahaan yang akan dipangkas, analisis dampak sosial‑ekonomi, serta skema penanganan tenaga kerja yang terdampak.
Berbagai pihak mengomentari kebijakan ini dengan beragam perspektif. Kalangan analis keuangan menilai bahwa konsolidasi dapat meningkatkan nilai pasar BUMN dan menarik minat investor asing. Sementara serikat pekerja mengingatkan pentingnya perlindungan hak karyawan, menuntut agar proses restrukturisasi dilakukan secara adil dan transparan.
Jika berhasil, langkah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kinerja keuangan PLN dan Pertamina, tetapi juga menjadi contoh bagi BUMN lain dalam meningkatkan daya saing di era transformasi energi global.