Setapak Langkah – 05 Agustus 2026 | Kimpul, umbi akar berwarna putih keabu-abuan, tiba-tiba menjadi sorotan di platform TikTok setelah para kreator mengubahnya menjadi berbagai hidangan modern seperti lasagna, bibim guksu, dan pangsit. Keunikan rasa serta teksturnya membuat kimpul mudah diolah menjadi menu yang menarik, sekaligus memperkenalkan kembali pangan lokal kepada generasi muda.
Berbagai manfaat kesehatan yang terkandung dalam kimpul menjadikannya pilihan yang patut dipertimbangkan dalam pola makan sehari-hari:
- Kandungan serat tinggi membantu pencernaan dan mengontrol gula darah.
- Vitamin C, B6, serta mineral seperti kalium dan magnesium mendukung sistem imun dan fungsi otot.
- Rendah kalori namun mengenyangkan, cocok untuk program diet seimbang.
Berikut beberapa contoh cara mengolah kimpul yang mudah diikuti, cocok untuk pemula maupun koki rumahan:
- Lasagna Kimpul: Iris tipis kimpul, tumis dengan bawang putih, saus tomat, dan keju mozzarella, lapiskan seperti lasagna tradisional, lalu panggang hingga keju meleleh.
- Bibim Guksu Kimpul: Rebus kimpul hingga empuk, potong memanjang, campur dengan mie kaca, saus gochujang, sayuran segar, dan taburan wijen.
- Pangsit Kimpul: Haluskan kimpul bersama daging cincang, bumbu kecap, dan bawang merah, bungkus dalam kulit pangsit, kukus atau goreng sesuai selera.
- Kimpul Goreng Tepung: Potong kimpul berbentuk stik, baluri dengan adonan tepung berbumbu, goreng hingga keemasan, sajikan dengan saus sambal manis.
- Sup Krim Kimpul: Rebus kimpul bersama kaldu ayam, tambahkan krim, garam, dan merica, blender hingga halus, hasilnya sup lembut berwarna krem.
Popularitas kimpul di media sosial tidak hanya meningkatkan penjualan umbi ini, tetapi juga mendorong petani lokal untuk menambah produksi. Permintaan yang meningkat memberi peluang ekonomi baru bagi komunitas pertanian, sekaligus menghidupkan kembali nilai budaya kuliner tradisional.
Dengan rasa yang netral dan tekstur yang mudah menyerap bumbu, kimpul menawarkan fleksibilitas dalam eksplorasi resep. Baik dijadikan pengganti bahan utama maupun sebagai pelengkap, umbi ini dapat menjadi aset berharga dalam dapur modern Indonesia.