Setapak Langkah – 04 Agustus 2026 | Dalam rangka mempercepat transisi menuju energi bersih, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersama divisi Teknologi Informasi (IT) PLN meluncurkan program pelatihan energi terbarukan khusus untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Program ini ditujukan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dalam mengelola dan mengembangkan teknologi ramah lingkungan.
Program pelatihan mencakup beberapa modul utama, antara lain:
- Pengenalan energi terbarukan: Dasar‑dasar tenaga surya, angin, dan bioenergi.
- Operasi dan pemeliharaan unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS): Praktik langsung penggunaan panel surya yang akan disumbangkan ke sekolah.
- Pengelolaan sampah organik dengan Black Soldier Fly (BSF): Teknik budidaya lalat soldier fly untuk mengurai limbah organik menjadi pakan ternak.
- Implementasi proyek energi bersih di lingkungan sekolah: Penyusunan rencana aksi dan pelaporan hasil.
Selain materi teori, PLN juga menyalurkan bantuan berupa unit PLTS portable yang dipasang di area sekolah sebagai sarana belajar mandiri. Setiap unit dilengkapi dengan inverter, baterai, dan sistem monitoring yang memungkinkan siswa memantau produksi energi secara real‑time.
Untuk mendukung pengelolaan sampah, PLN menyediakan peralatan budidaya Black Soldier Fly (BSF). Sistem ini memungkinkan sekolah mengolah limbah organik menjadi larva yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sekaligus mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.
Program ini diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap teknologi bersih, memperluas pengetahuan praktis tentang energi terbarukan, serta menciptakan model percontohan yang dapat direplikasi oleh sekolah lain di seluruh Indonesia.
Dengan menyiapkan SDM yang terampil sejak dini, PLN menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda nasional transisi energi dan menciptakan ekonomi hijau yang berkelanjutan.