Setapak Langkah – 31 Juli 2026 | Acara “Ketoprak Financial Sultan Agung” digelar sebagai wadah kolaborasi antara pelaku dunia keuangan, perbankan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), akademisi, dan jurnalis. Tujuan utama kegiatan ini adalah melestarikan warisan budaya ketoprak sekaligus menyalurkan dukungan bagi sektor pendidikan melalui seni tradisional.
Acara dimulai pada sore hari di sebuah gedung pertunjukan di Yogyakarta, dengan latar belakang nuansa keraton dan simbol-simbol sejarah Sultan Agung. Para eksekutif bank dan pejabat BUMN berkesempatan menampilkan peran-peran tokoh sejarah dalam pertunjukan, menggambarkan dinamika politik, ekonomi, dan kebudayaan pada masa kerajaan Mataram.
Berikut beberapa poin penting yang menonjol dalam acara tersebut:
- Partisipasi lintas sektor: Lebih dari 30 eksekutif senior dari bank-bank terkemuka dan BUMN seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, serta PT Pertamina dan PT PLN ikut ambil bagian.
- Pendidikan sebagai fokus: Seluruh hasil penjualan tiket dan donasi dialokasikan untuk beasiswa mahasiswa ekonomi dan seni budaya di beberapa universitas negeri.
- Penggunaan teknologi: Pementasan didukung dengan proyeksi visual interaktif yang menampilkan data ekonomi historis, menjadikan pertunjukan sekaligus edukatif.
Jadwal singkat pertunjukan dapat dilihat pada tabel berikut:
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| 15.00 – 15.30 | Pembukaan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta |
| 15.30 – 16.45 | Penampilan ketoprak dengan peran eksekutif bank dan BUMN |
| 16.45 – 17.15 | Diskusi panel: “Masa Depan Keuangan Nasional melalui Budaya” |
| 17.15 – 17.30 | Penutup dan penyampaian apresiasi |
Reaksi peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Seorang direktur bank mengungkapkan, “Berpartisipasi dalam ketoprak memberi kami perspektif baru tentang bagaimana nilai-nilai tradisional dapat memperkaya kebijakan keuangan modern.” Sementara itu, perwakilan BUMN menekankan pentingnya sinergi antara dunia usaha dan budaya untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Acara ini diharapkan menjadi contoh bagi institusi lain dalam mengintegrasikan seni tradisional ke dalam agenda korporat, sekaligus memperkuat rasa kebangsaan dan kepedulian terhadap pendidikan generasi muda.