Setapak Langkah – 31 Juli 2026 | Polri kembali melakukan perombakan struktural yang melibatkan ribuan personel, termasuk mutasi 14 Kapolres serta 146 perwira di berbagai tingkatan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kinerja dan penataan sumber daya manusia dalam rangka mendukung tugas penegakan hukum di seluruh Indonesia.
Berikut adalah rangkuman lengkap mengenai perubahan jabatan tersebut:
Daftar 14 Kapolres yang Dilantik ke Penempatan Baru
| No | Nama Kapolres | Kabupaten/Kota Asal | Kabupaten/Kota Tujuan |
|---|---|---|---|
| 1 | Irwan Setiawan | Bandung | Malang |
| 2 | Sri Wahyuni | Surabaya | Semarang |
| 3 | Andi Prasetyo | Yogyakarta | Denpasar |
| 4 | Rudi Hartono | Medan | Padang |
| 5 | Fitriani | Palembang | Jambi |
| 6 | Hendra Kurniawan | Bekasi | Bogor |
| 7 | Siti Nurhaliza | Bandar Lampung | Bengkulu |
| 8 | Gunawan | Solo | Purwokerto |
| 9 | Muhammad Rizki | Makassar | Manado |
| 10 | Rina Anggraini | Balikpapan | Samarinda |
| 11 | Dedi Saputra | Palangkaraya | Pontianak |
| 12 | Yuniarti | Ambon | Manokwari |
| 13 | Fajar Hidayat | Jayapura | Manado |
| 14 | Lestari Dewi | Denpasar | Surabaya |
Selain perubahan jabatan Kapolres, sebanyak 146 perwira tingkat menengah dan atas juga mengalami mutasi. Mutasi tersebut mencakup posisi seperti Kepala Seksi, Komandan Resor, Asisten Kepala Divisi, dan pejabat struktural lainnya. Penempatan baru perwira dirancang untuk menyeimbangkan pengalaman, keahlian, serta kebutuhan operasional di tiap wilayah.
Beberapa poin penting yang menjadi latar belakang kebijakan mutasi ini antara lain:
- Optimalisasi penempatan personel berdasarkan kompetensi dan rekam jejak.
- Peningkatan sinergi antar unit kepolisian di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
- Penguatan koordinasi dalam penanganan kasus lintas wilayah dan kejahatan terorganisir.
- Pengembangan kepemimpinan baru yang dapat membawa inovasi dalam tugas kepolisian.
Polri menegaskan bahwa proses mutasi ini telah melalui evaluasi menyeluruh serta mempertimbangkan aspirasi karier personel. Diharapkan, perubahan struktural ini dapat meningkatkan responsivitas dan efektivitas aparat kepolisian dalam melayani masyarakat.