Setapak Langkah – 31 Juli 2026 | Lebih dari empat ratus pelajar dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) yang tersebar di tiga provinsi Aceh mulai menempati asrama pada minggu ini. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah daerah yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak‑anak yang berada di wilayah terpencil.
Program asrama ini dirancang untuk mengatasi kendala jarak tempuh yang panjang dan kondisi transportasi yang terbatas, sehingga para siswa dapat belajar secara intensif tanpa harus menghabiskan waktu berjam‑jam setiap hari untuk perjalanan ke sekolah.
Berikut beberapa poin penting terkait pelaksanaan program asrama:
- Asrama dibangun di dekat masing‑masing sekolah SRT, dilengkapi dengan fasilitas belajar, ruang ibadah, dan area rekreasi.
- Setiap siswa mendapatkan makan tiga kali sehari serta bimbingan belajar tambahan.
- Pengawasan dilakukan oleh tim pendidik dan petugas kebersihan yang berotografi 24 jam.
- Biaya operasional asrama sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah provinsi dan dana bantuan sosial.
Distribusi siswa yang masuk asrama per provinsi dapat dilihat pada tabel berikut:
| Provinsi | Jumlah Siswa |
|---|---|
| Aceh Besar | 180 |
| Aceh Selatan | 130 |
| Aceh Tengah | 110 |
Para guru dan kepala sekolah menilai bahwa kehadiran asrama akan meningkatkan motivasi belajar, menurunkan angka putus sekolah, dan memperbaiki prestasi akademik secara keseluruhan. Selain itu, orang tua siswa mengungkapkan rasa lega karena anak‑anak mereka tidak lagi harus menempuh perjalanan berbahaya setiap hari.
Ke depannya, pemerintah berencana memperluas program serupa ke daerah‑daerah lain yang masih mengalami keterbatasan akses pendidikan, dengan target menampung lebih dari seribu siswa pada akhir tahun ini.