Setapak Langkah – 31 Juli 2026 | Tradisi Pojhien yang khas kini menjadi magnet utama bagi wisata budaya di Kabupaten Bondowoso. Acara tahunan ini diselenggarakan di Desa Karanganyar, Kecamatan Klbang, yang baru saja resmi dinobatkan sebagai desa budaya. Pemerintah kabupaten bersama masyarakat setempat berupaya mengoptimalkan potensi seni tradisional ini untuk menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pojhien merupakan pertunjukan musik, tarian, dan ritual yang menggabungkan unsur keagamaan serta kearifan lokal. Selama berlangsung, warga desa menampilkan alat musik tradisional, pakaian adat, serta cerita-cerita leluhur yang diwariskan secara turun‑temurun.
- Lokasi utama: Lapangan Desa Karanganyar, Kecamatan Klbang.
- Waktu pelaksanaan: Setiap bulan Agustus, bertepatan dengan perayaan pencanangan desa budaya.
- Fasilitas pendukung: Area parkir, kios makanan tradisional, dan stan souvenir kerajinan lokal.
- Dukungan pemerintah: Penambahan anggaran promosi, pelatihan bagi seniman muda, serta pemasaran melalui media sosial resmi Pemkab.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi kreatif di wilayah tersebut. Menurut data internal Dinas Pariwisata, kunjungan wisatawan selama festival Pojhien meningkat sebesar 35% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata‑rata lama kunjungan tiga hari. Pendapatan dari penjualan makanan, kerajinan, dan tiket pertunjukan diproyeksikan menambah pendapatan daerah hingga Rp 2,5 miliar per tahun.
Selain dampak ekonomi, pelestarian budaya menjadi nilai utama. Pemerintah kabupaten menyiapkan program beasiswa bagi generasi muda yang ingin mendalami seni Pojhien, serta mendirikan museum kecil di desa untuk menampilkan koleksi artefak terkait. Dengan sinergi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat, diharapkan tradisi Pojhien tidak hanya bertahan, melainkan juga terus berkembang sebagai daya tarik wisata budaya yang berkelanjutan.