Setapak Langkah – 28 Juli 2026 | Pasar uang dan komoditas Indonesia menunjukkan tekanan berat pada nilai tukar rupiah setelah pengumuman mendadak pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Pada hari laporan ini, kurs resmi mencatat Rp18.083 per satu dolar Amerika Serikat, menandai pelemahan paling signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Para analis menilai bahwa ketidakpastian kebijakan moneter menjadi faktor utama. Tanpa kepastian arah kebijakan suku bunga dan intervensi pasar, pelaku pasar cenderung menyesuaikan ekspektasi dengan risiko yang lebih tinggi, sehingga menekan rupiah.
- Kurs USD/IDR pada awal bulan: sekitar Rp17.200
- Pelemahan terkini: Rp18.083, naik hampir 5% dalam dua minggu terakhir
- Perkiraan inflasi: diproyeksikan meningkat di atas 3,5% tahun ini
Bank Indonesia belum mengumumkan pengganti sementara, namun pernyataan resmi menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan likuiditas dan intervensi pasar bila diperlukan. Sementara itu, sektor impor merasakan dampak langsung karena biaya pembelian barang dalam negeri menjadi lebih mahal.
Investor asing juga memperlihatkan sikap hati-hati, dengan arus keluar modal yang berpotensi memperparah tekanan pada mata uang. Pada masa transisi, para pelaku pasar disarankan untuk memantau kebijakan moneter selanjutnya serta perkembangan politik yang dapat memengaruhi persepsi risiko.