Setapak Langkah – 27 Juli 2026 | JAKARTA, ANTARA – Menteri Agama Republik Indonesia, Nazzaruddin Umar, menyambut delegasi tinggi Gereja Katolik dari berbagai negara Asia di dalam kompleks Masjid Istiqlal pada Rabu (27/7/2026). Delegasi tersebut terdiri atas sejumlah uskup dan kardinal yang mewakili keuskupan di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Asia Timur.
Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini difokuskan pada upaya memperkuat dialog antar‑agama, khususnya antara umat Islam dan Katolik, serta membahas kerja sama dalam bidang sosial, pendidikan, dan kemanusiaan. Menurut Nazzaruddin, kehadiran para pemimpin Gereja Katolik di ibukota menjadi simbol komitmen kedua belah pihak untuk menjaga kerukunan beragama di tengah tantangan global.
Selama dialog, delegasi menekankan pentingnya kolaborasi dalam menanggulangi kemiskinan, mendukung pendidikan lintas agama, serta memperluas jaringan bantuan kemanusiaan di kawasan rawan konflik. Para uskup dan kardinal menyampaikan apresiasi mereka atas kebijakan pemerintah Indonesia yang selalu mengedepankan pluralisme dan toleransi.
Berikut poin‑poin utama yang dibahas dalam pertemuan:
- Penguatan forum dialog antar‑agama di tingkat nasional dan regional.
- Pembentukan program beasiswa bersama bagi mahasiswa berprestasi dari kedua komunitas.
- Kerjasama dalam penanggulangan bencana alam melalui lembaga sosial gereja dan yayasan keagamaan Islam.
- Penyusunan materi edukasi bersama mengenai nilai‑nilai kemanusiaan dan perdamaian.
Setelah pertemuan, Nazzaruddin menegaskan bahwa pemerintah akan terus membuka ruang bagi inisiatif lintas agama yang dapat memperkuat persatuan bangsa. Ia juga mengundang pihak gereja untuk berpartisipasi aktif dalam program-program pemerintah yang bersifat inklusif.
Delegasi kardinal dan uskup mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan menegaskan kesiapan mereka untuk berkontribusi dalam proyek‑proyek bersama yang mendukung kesejahteraan masyarakat Indonesia.