Setapak Langkah – 24 Juli 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menuai sorotan publik setelah melontarkan sindiran tajam kepada sejumlah wartawan dan pengamat yang ia juluki “Londo Ireng”. Pernyataan tersebut muncul dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan pada Senin (26/07/2024), dimana Prabowo menanggapi pertanyaan terkait loyalitas media terhadap pemerintah.
Berbagai pihak menanggapi pernyataan tersebut dengan beragam sudut pandang:
- Kalangan Jurnalis: Menyatakan bahwa independensi pers adalah prinsip konstitusional dan tidak boleh dipertanyakan oleh pejabat publik.
- Partai Politik Pendukung: Mendukung Prabowo, menganggap kritikan media seringkali bersifat partisan.
- Lembaga Hak Asasi Manusia: Mengingatkan pentingnya kebebasan pers sebagai pilar demokrasi.
Berikut rangkuman singkat pernyataan Prabowo beserta respons utama yang diterima:
| Pernyataan Prabowo | Respons Utama |
|---|---|
| “Londo Ireng” menyiapkan narasi anti‑pemerintah | Jurnalis menolak label tersebut, menegaskan tugas mereka melaporkan fakta |
| “Yang gaji lo siapa?” menuntut transparansi sumber dana | Pengamat menilai pertanyaan itu mengalihkan fokus dari isu substantif |
| Kritik tanpa data merusak citra Indonesia | Beberapa ahli media menyoroti pentingnya data dalam pemberitaan |
Meski perdebatan masih berlangsung, pernyataan Prabowo menegaskan posisinya untuk menuntut akuntabilitas dari media yang dianggapnya menyebarkan informasi yang tidak berimbang. Sementara itu, asosiasi pers nasional berjanji akan mengajukan klarifikasi resmi serta menegakkan standar jurnalistik yang independen.
Situasi ini menambah dinamika hubungan antara pemerintah dan dunia pers di Indonesia, dengan implikasi potensial pada kebebasan berpendapat dan kepercayaan publik terhadap institusi media.