Setapak Langkah – 21 Juli 2026 | Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan di seluruh wilayah Indonesia. Dalam pertemuan daring yang dihadiri perwakilan kementerian terkait, Bapanas menekankan bahwa sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama mengatasi fluktuasi harga serta kelangkaan bahan pokok.
Ketua Bapanas, Dr. Siti Nurbaya, mengingatkan bahwa tingginya inflasi global dan gangguan rantai pasok akibat perubahan iklim menambah tekanan pada pasar domestik. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta untuk melakukan langkah-langkah preventif yang terkoordinasi, antara lain meningkatkan pemantauan harga di pasar tradisional dan modern, serta memperkuat jaringan distribusi bahan pokok.
Berikut beberapa rekomendasi konkret yang disampaikan Bapanas untuk pemerintah daerah:
- Penguatan data pasar: Membentuk tim pemantau harga harian di pasar utama dan mengintegrasikan data tersebut ke dalam sistem pusat Bapanas.
- Stok strategis: Menyusun dan mengelola cadangan pangan di gudang daerah, khususnya beras, gula, dan minyak goreng, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan atau gangguan pasokan.
- Koordinasi dengan petani: Memfasilitasi program subsidi benih, pupuk, dan pelatihan agrikultur agar produksi lokal dapat memenuhi kebutuhan daerah.
- Pengawasan distribusi: Menetapkan prosedur distribusi yang transparan antara produsen, distributor, dan pengecer, termasuk mekanisme penyaluran bantuan pangan bila diperlukan.
- Penyuluhan konsumen: Melakukan kampanye edukasi tentang pentingnya konsumsi pangan lokal dan cara mengelola anggaran belanja rumah tangga.
Selain langkah operasional, Bapanas menyoroti pentingnya regulasi yang fleksibel. Pemerintah daerah diharapkan dapat menyesuaikan kebijakan tarif transportasi, pajak pasar, dan mekanisme subsidi sesuai dengan dinamika pasar setempat tanpa mengorbankan kesejahteraan konsumen.
Dalam konteks regional, Bapanas juga menekankan perlunya kolaborasi lintas provinsi untuk mengatasi ketimpangan pasokan. Misalnya, wilayah yang mengalami surplus produksi dapat berbagi stok dengan daerah yang mengalami defisit, sehingga tercipta aliran pangan yang lebih merata.
Upaya bersama ini diharapkan dapat menurunkan volatilitas harga pangan, melindungi daya beli masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global. Bapanas menutup pertemuan dengan harapan semua pihak dapat melaksanakan rekomendasi tersebut secara konsisten dan berkelanjutan.