Setapak Langkah – 21 Juli 2026 | Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan pada konferensi pers tanggal … bahwa pemerintah akan memaksimalkan penggunaan anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.
Anggaran yang dialokasikan untuk sektor pertanian pada tahun anggaran 2025 diperkirakan mencapai Rp 30 triliun, meningkat sekitar 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Dana tersebut akan difokuskan pada empat prioritas utama: penyediaan pupuk bersubsidi, penguatan mekanisasi pertanian, pembiayaan usaha tani, serta pengembangan infrastruktur irigasi.
| Prioritas | Alokasi Anggaran (Rp) |
|---|---|
| Pupuk Bersubsidi | 10 triliun |
| Mekanisasi Pertanian | 7 triliun |
| Pembiayaan Usaha Tani | 8 triliun |
| Infrastruktur Irigasi | 5 triliun |
Selain itu, program pelatihan teknis bagi petani akan diperluas melalui kerja sama dengan lembaga riset pertanian dan universitas. Targetnya, 1,5 juta petani akan mendapatkan pelatihan tentang teknik budidaya modern, pengelolaan hama terpadu, serta penggunaan teknologi informasi untuk memantau harga pasar.
Sudaryono juga menekankan pentingnya mekanisme harga minimum yang stabil untuk komoditas strategis seperti beras, jagung, dan kedelai. Dengan jaminan harga yang adil, petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanpa harus khawatir akan fluktuasi pasar.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan di daerah pedesaan, meningkatkan pendapatan petani rata-rata sebesar 15% dalam tiga tahun ke depan, serta mempercepat target swasembada beras mencapai 100% pada tahun 2026.