Setapak Langkah – 21 Juli 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, selaku ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), menegaskan bahwa sistem keuangan Indonesia berhasil menjaga stabilitasnya sepanjang enam bulan pertama tahun 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi kebijakan moneter dan keuangan yang dihadiri oleh perwakilan bank sentral, otoritas pasar modal, serta lembaga keuangan utama.
| Indikator | Target | Realisasi |
|---|---|---|
| Inflasi YoY | 2,0‑4,5 % | 3,2 % |
| Pertumbuhan Kredit | 6‑8 % | 7,1 % |
| Rasio Likuiditas Bank | ≥ 120 % | 124 % |
Selain indikator kuantitatif, KSSK juga menyoroti kualitas aset perbankan yang terus membaik, dengan rasio non‑performing loan (NPL) menurun menjadi 2,3 % pada akhir April 2026, di bawah ambang batas maksimum yang ditetapkan regulator.
Stabilitas ini, kata Purbaya, tidak lepas dari kebijakan koordinasi yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan. Upaya penguatan kerangka regulasi, pengawasan mikroprudensial, serta penyesuaian suku bunga yang responsif terhadap tekanan eksternal menjadi faktor kunci.
Ke depan, KSSK akan terus memantau risiko eksternal seperti volatilitas nilai tukar dan ketegangan geopolitik yang dapat memengaruhi aliran modal. Namun, dengan fondasi yang kuat dan kebijakan yang adaptif, kementerian optimis bahwa sistem keuangan Indonesia akan tetap tangguh menghadapi tantangan global.