Setapak Langkah – 19 Juli 2026 | Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengonfirmasi bahwa antrean kendaraan yang menunggu untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di kota Medan dan Binjai sudah tidak lagi terjadi. Pernyataan ini disampaikan setelah serangkaian langkah koordinasi antara pemerintah daerah, operator SPBU, dan distributor bahan bakar yang berhasil menstabilkan pasokan.
- Mengoptimalkan rute pengiriman melalui pemantauan real‑time menggunakan sistem GIS.
- Meningkatkan volume suplai harian dengan menambah armada truk tangki dari wilayah lain.
- Memberlakukan jam operasional tambahan di SPBU yang berada di zona rawan antrean.
- Mengkoordinasikan penempatan cadangan BBM di titik-titik kritis bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Hasil dari upaya tersebut terlihat jelas; rata‑rata waktu menunggu di pompa bensin berkurang dari lebih satu jam menjadi kurang dari lima puluh menit. Pengendara melaporkan bahwa alur layanan kini lebih lancar, dan tidak ada lagi keluhan tentang kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.
BPH Migas menegaskan komitmen untuk terus memantau ketersediaan BBM di seluruh wilayah Sumatera Utara, serta siap mengambil langkah cepat bila terjadi gangguan serupa di masa mendatang. Pengawasan berkelanjutan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan mendukung aktivitas ekonomi daerah yang sangat bergantung pada mobilitas kendaraan.