Setapak Langkah – 18 Juli 2026 | Universitas Brawijaya (UB) menandatangani kerja sama strategis dengan CNGR Indonesia serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memperkuat hilirisasi mineral di Indonesia. Kemitraan ini menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) berkompeten dan riset terapan yang dapat mendukung industri material maju.
Kerja sama mencakup beberapa program utama, antara lain:
- Penyusunan kurikulum terpadu yang menggabungkan teori pertambangan, proses metalurgi, dan teknologi material canggih.
- Pembentukan pusat riset bersama di kampus UB untuk menguji dan mengembangkan proses hilirisasi nilai tambah mineral.
- Penempatan mahasiswa dan peneliti dalam proyek industri bersama CNGR Indonesia dan unit-unit Kementerian ESDM.
- Pengadaan beasiswa dan pelatihan khusus bagi calon ahli hilirisasi mineral.
Melalui inisiatif ini, diharapkan tercipta lulusan yang tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga mampu mengelola rantai nilai hilir mulai dari pengolahan awal hingga produksi material strategis. Hal ini selaras dengan kebijakan pemerintah yang menargetkan peningkatan nilai tambah mineral nasional sebesar 30 % pada 2027.
Selain itu, kolaborasi ini akan memicu inovasi dalam bidang material maju, seperti alloy khusus, bahan bakar alternatif, dan komponen elektronik berbasis mineral domestik. Dengan dukungan dana riset dan fasilitas laboratorium modern, tim peneliti UB berpotensi menghasilkan paten serta teknologi yang dapat di‑komersialkan.
Secara ekonomi, penguatan hilirisasi mineral diperkirakan akan menambah devisa, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan kompetitivitas industri manufaktur Indonesia di pasar global.
Dengan sinergi antara akademisi, perusahaan, dan pemerintah, universitas ini berambisi menjadi pusat unggulan dalam pengembangan SDM dan teknologi hilirisasi mineral yang berkelanjutan.