Setapak Langkah – 18 Juli 2026 | Pasar saham Indonesia mencatat penguatan signifikan pada minggu perdagangan 13-17 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 4,42 persen, menandai salah satu tren terkuat dalam beberapa bulan terakhir.
Lonjakan tersebut didorong oleh sejumlah emiten yang mencatat kenaikan harga saham dua digit, sementara beberapa saham lainnya justru mengalami penurunan tajam.
Emiten dengan Kenaikan Terbesar
| Kode | Nama Emiten | Kenaikan |
|---|---|---|
| BBRI | Bank Rakyat Indonesia | +12,8% |
| TLKM | Telekomunikasi Indonesia | +11,5% |
| UNVR | Unilever Indonesia | +10,9% |
| ITMG | Indo Tambangraya Megah Tbk | +9,7% |
| ASII | Astra International | +9,3% |
Para investor menilai bahwa pergerakan positif dipicu oleh laporan laba kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan serta ekspektasi kebijakan moneter yang mendukung.
Saham dengan Penurunan Signifikan
- BMRI – Bank Mandiri turun 7,2% akibat penurunan nilai tukar rupiah.
- GGRM – Gudang Garam turun 6,8% karena tekanan regulasi pada industri tembakau.
- SMGR – Semen Indonesia turun 6,4% setelah penurunan permintaan domestik.
Penurunan ini menyeimbangkan pasar, memberikan peluang bagi trader yang mengincar rebound jangka pendek.
Daftar Boncos (Saham dengan Dividend Yield Tinggi)
Beberapa emiten juga menarik perhatian karena memberikan dividen tinggi (boncos) selama periode tersebut:
| Kode | Nama Emiten | Dividend Yield |
|---|---|---|
| TLKM | Telekomunikasi Indonesia | 5,8% |
| BBRI | Bank Rakyat Indonesia | 5,2% |
| UNVR | Unilever Indonesia | 4,9% |
Investor yang mengutamakan pendapatan pasif dapat mempertimbangkan saham-saham ini sebagai bagian dari portofolio jangka panjang.
Secara keseluruhan, minggu ini menegaskan bahwa sentimen bullish masih mendominasi pasar Indonesia, meski volatilitas tetap tinggi pada sektor-sektor tertentu. Para pelaku pasar disarankan tetap memperhatikan data fundamental serta kebijakan ekonomi global yang dapat mempengaruhi likuiditas dan arah indeks ke depan.