Setapak Langkah – 14 Juli 2026 | Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan perdagangan energi milik Pertamina, baru-baru ini mengumumkan impor sebesar 45,9 ribu ton LPG (Liquefied Petroleum Gas) dari Amerika Serikat. Langkah ini diambil untuk memperkuat cadangan energi nasional serta menjamin ketersediaan LPG yang aman dan stabil bagi masyarakat serta sektor industri.
Berikut beberapa poin penting terkait pengadaan tersebut:
- Volume impor: 45,9 ribu ton LPG, setara dengan sekitar 2,3 juta liter.
- Negara asal: Amerika Serikat, melalui kontrak jangka panjang dengan pemasok terkemuka.
- Tujuan utama: menambah stok strategis pemerintah dan mendukung program subsidi LPG bagi rumah tangga berpendapatan rendah.
- Waktu pengiriman: diperkirakan selesai dalam tiga bulan ke depan, dengan kedatangan pertama pada akhir September 2024.
Pengadaan ini diharapkan dapat menekan volatilitas harga LPG di pasar domestik, terutama menjelang musim hujan ketika permintaan meningkat. Dengan tambahan stok, pemerintah dapat lebih leluasa mengatur harga jual eceran dan memastikan tidak terjadi kelangkaan di daerah‑daerah terpencil.
Selain itu, impor ini selaras dengan upaya diversifikasi sumber energi nasional, mengurangi ketergantungan pada pasokan dari wilayah lain yang sering terdampak gejolak geopolitik. Pemerintah juga menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas penyimpanan dan distribusi LPG di seluruh nusantara.