Setapak Langkah – 13 Juli 2026 | Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai keputusan terbaru S&P Global Ratings sebagai bukti kuat bahwa pasar global memberikan apresiasi terhadap rangkaian kebijakan ekonomi yang diimplementasikan oleh pemerintah Indonesia.
Berikut beberapa poin kebijakan yang menjadi sorotan dalam penilaian S&P:
- Penurunan defisit anggaran melalui program penyesuaian belanja dan peningkatan penerimaan pajak.
- Pelaksanaan reformasi struktural di sektor energi, infrastruktur, dan perbankan untuk meningkatkan efisiensi.
- Kebijakan moneter yang konsisten, termasuk target inflasi yang terjaga pada level yang dapat diprediksi.
- Upaya memperluas basis investasi asing dengan penyederhanaan regulasi.
Implikasi keputusan S&P terhadap pasar keuangan Indonesia dapat dilihat dari beberapa indikator utama, seperti pergerakan indeks saham, aliran modal asing, dan nilai tukar rupiah. Data berikut menggambarkan perubahan rating dan respons pasar dalam enam bulan terakhir:
| Bulan | Rating S&P | Indeks IHSG (%) | Aliran Modal (USD M) |
|---|---|---|---|
| Januari | BBB‑ | +2,3 | +350 |
| Februari | BBB‑ | +1,7 | +420 |
| Maret | BBB‑ | +2,0 | +380 |
| April | BBB‑ | +2,5 | +410 |
| Mei | BBB‑ | +3,1 | +460 |
| Juni | BBB‑ | +3,4 | +500 |
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun rating tetap pada level BBB‑, persepsi pasar terus membaik, tercermin dari kenaikan indeks saham dan aliran modal asing yang positif. Fakhrul menegaskan bahwa konsistensi kebijakan dan transparansi akan menjadi kunci untuk memperoleh peningkatan rating lebih lanjut di masa mendatang.
Secara keseluruhan, keputusan S&P Global Ratings memberi sinyal bahwa Indonesia berada pada jalur yang tepat dalam upaya meningkatkan kredibilitas ekonomi di kancah internasional. Hal ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan, menurunkan biaya pinjaman, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang stabil.