Setapak Langkah – 13 Juli 2026 | Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings kembali menegaskan rating kredit kedaulatan Indonesia pada level BBB- dengan outlook stabil, sebagaimana diumumkan pada hari ini.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut keputusan tersebut dan menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap tangguh meski menghadapi ketidakpastian global. Ia menambahkan bahwa faktor‑faktor fundamental makro yang kuat, disiplin fiskal, serta posisi eksternal yang relatif sehat menjadi dasar utama penilaian S&P.
- Pertumbuhan ekonomi pada kuartal terakhir diperkirakan mencapai 5,1% secara tahunan.
- Defisit fiskal tahun anggaran 2024 diproyeksikan berada di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
- Cadangan devisa mencapai lebih dari US$ 140 miliar, menambah kepercayaan pasar.
Purbaya menekankan bahwa kebijakan ekonomi yang konsisten, termasuk reformasi struktural, penataan utang, serta dukungan investasi domestik dan asing, akan terus memperkuat ketahanan ekonomi. Ia juga mengingatkan bahwa faktor eksternal seperti volatilitas harga komoditas dan kebijakan moneter internasional tetap menjadi tantangan yang harus dikelola.
Dengan rating yang tetap, Indonesia diharapkan dapat mempertahankan akses pembiayaan yang relatif murah di pasar internasional, yang pada gilirannya mendukung pelaksanaan program pembangunan serta upaya penurunan kemiskinan.