Setapak Langkah – 13 Juli 2026 | Pemerintah Kota Banjarmasin meluncurkan serangkaian inisiatif untuk mempercepat digitalisasi koperasi lokal. Program ini mencakup pelatihan intensif, pendampingan teknis, serta penyediaan infrastruktur TI yang memadai, dengan tujuan meningkatkan daya saing dan produktivitas sektor koperasi.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkot Banjarmasin menyusun tiga fase utama:
- Fase I – Sosialisasi dan Penilaian Kesiapan: Tim khusus mengunjungi koperasi untuk mengidentifikasi kebutuhan digital dan tingkat literasi teknologi anggota.
- Fase II – Pelatihan dan Penyediaan Perangkat: Mengadakan workshop tentang penggunaan aplikasi akuntansi berbasis cloud, e‑commerce, dan manajemen data anggota. Setiap koperasi yang terpilih menerima tablet dan akses internet gratis selama satu tahun.
- Fase III – Pendampingan Pasca‑Implementasi: Mentor digital memberikan bimbingan rutin selama enam bulan untuk memastikan sistem baru berjalan optimal.
Selama fase pelatihan, lebih dari 500 pengurus koperasi telah mengikuti modul tentang keamanan siber, pemasaran digital, dan analisis data penjualan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan penggunaan aplikasi sebesar 78 persen dibandingkan sebelum program.
Manfaat yang diharapkan meliputi:
- Peningkatan transparansi keuangan melalui pencatatan otomatis.
- Ekspansi pasar melalui platform digital yang memudahkan penjualan produk lokal ke konsumen regional maupun nasional.
- Penguatan jaringan antar‑koperasi dengan sistem berbagi informasi real‑time.
- Pengurangan biaya operasional hingga 30 persen berkat otomatisasi proses administratif.
Pemkot Banjarmasin menargetkan setidaknya 70 persen koperasi di kota tersebut akan terintegrasi secara digital pada akhir tahun 2025. Keberhasilan inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi kota‑kota lain dalam memajukan ekonomi koperatif melalui teknologi.