histats

FIKP Unhas Lakukan Edukasi Pengayaan Bibit Rumput Laut kepada Nelayan Bulukumba

FIKP Unhas Lakukan Edukasi Pengayaan Bibit Rumput Laut kepada Nelayan Bulukumba

Setapak Langkah – 13 Juli 2026 | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menorehkan kontribusi nyata bagi sektor perikanan di wilayah Sulawesi Selatan melalui program pendampingan dan edukasi bagi nelayan di Kabupaten Bulukumba. Kegiatan utama yang dilaksanakan adalah pengayaan bibit rumput laut, sebuah upaya untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan budidaya laut di daerah pesisir.

Program ini dimulai pada awal bulan ini dan melibatkan lebih dari 150 nelayan serta anggota kelompok tani laut setempat. Selama sesi pelatihan, para peserta diberikan materi tentang teknik perbanyakan rumput laut, pemilihan bibit unggul, serta manajemen lingkungan laut yang ramah ekosistem.

Beberapa langkah praktis yang diajarkan antara lain:

  • Pengumpulan bibit dasar (spora) dari lokasi yang telah terbukti menghasilkan pertumbuhan optimal.
  • Proses sterilisasi air untuk mencegah kontaminasi patogen.
  • Penanaman bibit pada netting atau tali khusus yang ditempatkan di area perairan dangkal.
  • Monitoring pertumbuhan secara rutin dengan mencatat parameter suhu, salinitas, dan nutrisi.
  • Penerapan teknik pemupukan organik untuk meningkatkan kualitas bibit.

Direktur FIKP Unhas, Prof. Dr. Ir. H. Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa peningkatan produksi rumput laut tidak hanya memberikan nilai ekonomi tambahan bagi nelayan, tetapi juga berperan penting dalam konservasi ekosistem pesisir. “Rumput laut berfungsi sebagai habitat bagi banyak spesies laut, sekaligus membantu menyerap karbon dan mengurangi erosi pantai,” ujarnya.

Para nelayan yang mengikuti pelatihan melaporkan antusiasme tinggi. Salah satu peserta, Budi Santoso, mengaku bahwa pengetahuan baru tentang pengayaan bibit membuka peluang usaha yang lebih menguntungkan. “Dulu kami hanya mengumpulkan rumput laut secara tradisional, kini kami dapat menumbuhkan bibit sendiri dengan kualitas lebih baik,” kata Budi.

Dengan dukungan fasilitas laboratorium FIKP Unhas, termasuk laboratorium kultur mikroalga, program ini diharapkan dapat menghasilkan bibit rumput laut yang tahan penyakit dan berproduksi tinggi. Target jangka menengah adalah meningkatkan total produksi rumput laut di Bulukumba sebesar 30 persen dalam dua tahun ke depan.

Selain manfaat ekonomi, inisiatif ini diharapkan dapat menurunkan tekanan penangkapan liar serta mempromosikan praktik budidaya yang berkelanjutan. Pemerintah daerah Kabupaten Bulukumba juga berkomitmen untuk menyediakan lahan budidaya tambahan dan memperkuat jaringan pemasaran bagi produk rumput laut lokal.

Secara keseluruhan, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan komunitas nelayan ini menjadi contoh konkret bagaimana ilmu pengetahuan dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan masyarakat pesisir untuk menciptakan kesejahteraan bersama.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *