Setapak Langkah – 12 Juli 2026 | Kapten timnas Swiss, Granit Xhaka, menegaskan bahwa mimpi terbesar yang selama ini menanti selama 72 tahun dapat terwujud pada Piala Dunia 2026. Ia menekankan pentingnya semangat kolektif dan keyakinan bahwa tidak ada batasan bagi tim yang bersatu.
Sejak debut pertama mereka di turnamen bergengsi tersebut, Swiss belum berhasil menembus fase knockout secara konsisten. Xhaka melihat peluang ini sebagai titik balik yang dapat mengubah narasi lama menjadi kisah keberhasilan baru.
Berikut beberapa poin utama yang disorot Xhaka menjelang kompetisi:
- Memperkuat mental tim dengan menumbuhkan budaya percaya diri.
- Memanfaatkan pengalaman pemain senior sekaligus memberi ruang bagi talenta muda.
- Mengoptimalkan taktik fleksibel yang dapat beradaptasi melawan lawan kuat.
- Menggalang dukungan publik untuk menciptakan atmosfer positif di setiap laga.
Selain menyiapkan strategi di atas lapangan, Xhaka mengajak seluruh masyarakat Swiss untuk terus bermimpi dan memberikan dukungan moral. Ia percaya bahwa dukungan massa dapat menjadi energi tambahan bagi pemain saat menghadapi tekanan besar.
Jika Swiss mampu menembus babak berikutnya, mereka tidak hanya menulis sejarah baru bagi negara, tetapi juga membuktikan bahwa ketekunan selama lebih dari tujuh dekade tidak sia-sia. Xhaka menutup dengan harapan bahwa generasi mendatang akan melihat pencapaian ini sebagai inspirasi untuk terus mengejar impian yang lebih besar.