Setapak Langkah – 12 Juli 2026 | Prambanan, kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, akan menjalani proses perbaikan besar-besaran yang dijadwalkan dimulai pada tahun 2026 dan diproyeksikan selesai pada 2029. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan badan pelestarian budaya untuk mengembalikan kemegahan situs bersejarah yang telah mengalami kerusakan akibat cuaca, gempa, dan usia.
Restorasi mencakup tiga fase utama:
- Fase Persiapan (2026): Survei struktural mendetail, dokumentasi digital tiga dimensi, dan pengadaan material yang sesuai dengan teknik tradisional.
- Fase Perbaikan (2027‑2028): Penggantian batu yang retak, penguatan fondasi, serta pemulihan relief dan ukiran yang terkelupas.
- Fase Penyelesaian (2029): Penyempurnaan estetika, pemasangan sistem pencegahan kelembaban, dan persiapan pembukaan kembali bagi pengunjung.
Anggaran yang dialokasikan diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, dengan sebagian besar dana berasal dari APBN serta dukungan lembaga internasional yang peduli pada konservasi warisan dunia.
Manfaat yang diharapkan meliputi peningkatan kunjungan wisatawan, penciptaan lapangan kerja lokal, serta pelestarian nilai-nilai budaya Hindu yang menjadi bagian penting dari identitas nasional. Dengan selesainya restorasi, Prambanan diproyeksikan kembali menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik dan mancanegara, sekaligus menjadi pusat pendidikan arkeologi dan seni tradisional.