Setapak Langkah – 10 Juli 2026 | Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan bahwa kekayaan sumber daya mineral kritis Indonesia dapat dijadikan instrumen strategis dalam diplomasi digital. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum kebijakan digital nasional yang membahas peran Indonesia di kancah teknologi global.
Diplomasi digital yang dimaksud bukan sekadar penggunaan media sosial atau platform online, melainkan pendekatan terpadu yang mengaitkan keunggulan material dengan kebijakan luar negeri. Dengan menonjolkan kemampuan produksi mineral strategis, Indonesia dapat memperkuat kerjasama teknologi, menarik investasi asing, serta membentuk aliansi keamanan siber yang berbasis pada ketergantungan rantai pasokan.
Berikut beberapa langkah yang diusulkan oleh Nezar Patria untuk mewujudkan strategi tersebut:
- Mengintegrasikan data produksi dan ekspor mineral ke dalam sistem informasi digital pemerintah.
- Mengembangkan platform daring yang memfasilitasi pertukaran teknologi antara perusahaan domestik dan mitra internasional.
- Menetapkan standar sertifikasi mineral yang transparan untuk meningkatkan kepercayaan pasar global.
- Memperkuat kerja sama bilateral dengan negara‑negara pengguna akhir teknologi, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa.
- Mengoptimalkan kebijakan insentif bagi startup yang mengolah mineral menjadi produk digital tinggi.
Namun, Nezar juga mengingatkan adanya tantangan, antara lain kebutuhan investasi infrastruktur yang besar, persaingan geopolitik dalam rantai pasokan mineral, serta pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya koordinasi lintas kementerian serta keterlibatan sektor swasta untuk memastikan kebijakan yang holistik.
Ke depan, Nezar Patria optimis bahwa dengan memanfaatkan potensi mineral kritis secara optimal, Indonesia tidak hanya akan meningkatkan daya saing ekonomi digitalnya, tetapi juga memperkuat posisi diplomatiknya dalam era teknologi yang semakin terhubung.