Setapak Langkah – 07 Juli 2026 | Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, secara resmi menyampaikan surat kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyoroti kebutuhan strategis dalam pengelolaan sumber daya migas di wilayah Laut Andaman. Surat tersebut diserahkan pada tanggal tertentu dan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan provinsi Aceh.
Surat itu menekankan beberapa poin utama, antara lain:
- Pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan provinsi Aceh dalam pengembangan blok migas Andaman.
- Permintaan peninjauan kembali kebijakan bagi hasil serta skema kontrak kerja sama yang lebih menguntungkan bagi masyarakat Aceh.
- Usulan pembentukan tim teknis gabungan untuk mengoptimalkan eksplorasi dan produksi minyak serta gas alam.
- Harapan agar proses perizinan dipercepat tanpa mengorbankan standar lingkungan.
Gubernur Muzakir menegaskan bahwa potensi migas di Laut Andaman diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah, yang dapat menjadi sumber pendapatan signifikan bagi provinsi serta meningkatkan kesejahteraan warga. Ia juga menyampaikan bahwa Aceh siap menyediakan sumber daya manusia lokal dan infrastruktur pendukung untuk mendukung proyek migas berskala nasional.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto, melalui juru bicaranya, menyatakan bahwa pemerintah pusat menyambut baik masukan daerah dan akan meninjau kembali kebijakan terkait migas. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa manfaat sumber daya alam dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi strategis seperti Andaman.
Langkah surat ini mencerminkan dinamika hubungan antara pemerintah daerah dan pusat dalam rangka mengoptimalkan sumber daya alam Indonesia. Dengan mengedepankan dialog terbuka, diharapkan kebijakan migas ke depan dapat selaras dengan kepentingan pembangunan regional dan nasional.