Setapak Langkah – 06 Juli 2026 | Keberhasilan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Gresik, Kendal, dan Galang Batang menandai tingkat okupansi yang mencapai 100 persen. Dengan lahan yang sudah terisi penuh, pemerintah daerah dan pengelola KEK bersama investor mengajukan rencana perluasan lahan hingga dua kali lipat dari ukuran saat ini.
Beberapa faktor utama mendorong permintaan perluasan meliputi:
- Peningkatan investasi manufaktur yang terus tumbuh signifikan, khususnya sektor otomotif, logistik, dan kimia.
- Kebutuhan ruang produksi tambahan untuk perusahaan yang telah menandatangani kontrak jangka panjang.
- Strategi pemerintah untuk meningkatkan daya saing regional melalui peningkatan kapasitas industri.
Data internal menunjukkan bahwa sejak pembukaan KEK, nilai investasi baru mencapai lebih dari Rp 30 triliun, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata sekitar 15 persen. Pada kuartal terakhir, tingkat hunian lahan produksi mencapai 100 persen, sementara lahan komersial dan fasilitas pendukung masih memiliki sisa kapasitas terbatas.
Rencana perluasan mencakup dua fase utama:
- Identifikasi dan akuisisi lahan tambahan di sekitar zona industri yang sudah ada, dengan estimasi penambahan seluas 1.200 hektar.
- Pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk jaringan transportasi, pasokan energi, dan fasilitas utilitas, untuk memastikan kelancaran operasional perusahaan baru.
Pemerintah provinsi dan kabupaten berkomitmen menyediakan regulasi yang mempermudah proses perizinan serta insentif fiskal bagi investor yang berpartisipasi dalam ekspansi. Diharapkan, dengan lahan yang lebih luas, KEK dapat menampung lebih banyak proyek industri, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Meski optimistis, pihak pengelola juga mengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, studi dampak lingkungan akan menjadi bagian integral dari setiap tahapan perluasan lahan.