Setapak Langkah – 06 Juli 2026 | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa seluruh permintaan bantuan air bersih untuk warga yang terdampak di Kota Semarang dan Kabupaten Pasuruan telah dipenuhi. Permintaan tersebut muncul setelah terjadi banjir dan tanah longsor yang mengganggu akses ke sumber air bersih di kedua wilayah.
Tim tanggap darurat BNPB segera menilai kebutuhan air bersih di daerah terdampak, kemudian berkoordinasi dengan pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan perusahaan penyedia air. Proses distribusi meliputi:
- Penyediaan truk tangki berkapasitas 10.000 liter yang beroperasi 24 jam.
- Penempatan titik distribusi sementara di posko-posko desa yang paling terdampak.
- Pemberian voucher air bersih kepada rumah tangga yang kehilangan pasokan tetap.
Hingga saat ini, lebih dari 150.000 liter air bersih telah disalurkan, mencukupi kebutuhan sekitar 12.000 rumah tangga. Selain itu, BNPB juga menyiapkan program pemulihan jangka panjang dengan memperbaiki jaringan pipa dan membangun sumur bor baru di lokasi yang paling membutuhkan.
Koordinator BNPB di Jawa Tengah, Ir. Dedi Santoso, menekankan pentingnya kerjasama lintas sektoral untuk memastikan keberlanjutan pasokan air bersih. “Kami akan terus memantau kualitas air dan memastikan tidak ada gangguan suplai di masa depan,” ujarnya.
Dengan terpenuhinya kebutuhan air bersih, diharapkan kondisi kesehatan masyarakat dapat terjaga, serta upaya pemulihan ekonomi lokal dapat berjalan lebih cepat.